Ketik disini

Praya

Tiga Begal Bersenpi Diringkus

Bagikan

PRAYA – Ruang gerak para pelaku begal semakin sempit. Sabtu siang (18/7) lalu, tiga pelaku berhasil diringkus saat hendak membegal dua turis asal Belanda di jalan raya Dusun Torok Aik Belek, Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya.

Tiga pelaku masing-masing berinisial ZL, 20 tahun, warga Dusun Torok Aik Belek; MS, 25 tahun, warga Dusun Batu Dace; dan AJ, 24 tahun, warga Dusun Mengkarung. “Kami menduga, ketiganya merupakan spesialis begal warga asing yang selama ini beraksi di wilayah Selong Belanak dan sekitarnya,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Taufik pada Lombok Post, kemarin.

Pelaku tertangkap setelah korban berteriak minta tolong. Teriakan dua bule bernama Johan Pander Perg dan Hendrica Gradina itu membuat warga di sekitar TKP berhamburan keluar memberikan pertolongan. “Kami berterima kasih kepada warga, ini merupakan kerja sama yang baik,” kata Taufik.

Kasus itu berawal saat kedua korban melintasi jalan Dusun Torok Aik Belek menuju pantai pasir putih Selong Belanak menggunakan motor jenis Honda Vario. Tiga pelaku yang berboncengan menggunakan motor Yamaha Jupiter MX tanpa pelat nomor polisi, membuntuti dari belakang.

Di TKP, ketiga pelaku yang membawa dua senpi rakitan dan golok menodong korban. Mereka meminta korban menyerahkan barang bawaannya. “Saat ditodong pelaku juga meminta agar korban tidak berteriak. Namun, kedua korban nekat berteriak hingga beberapa warga yang mendengar keluar rumah,” terangnya sambil menunjukkan dua senpi rakitan yang disita dari pelaku.

Mengetahui warga berdatangan, ketiga pelaku langsung kabur, dengan membawa barang bawaan milik korban berupa masing-masing satu unit handicamp dan notebook, 2 buah handphone serta dompet hitam berisi uang Rp 740 ribu. Korban pun berusaha mengejar pelaku, sembari berteriak minta tolong.

Sebagian warga pun, ikut mengejar pelaku. Alhasil, antarwarga saling berhubungan melalui saluran telepon. Dengan harapan, beberapa titik yang dijadikan perlintasan pelaku agar dihadang. Tepatnya, di jalan raya Selong Belanak sejumlah warga menghadang ketiga pelaku. Sekitar pukul 15.00 Wita, ketiga pelaku berhasil diciduk warga.

“Pelaku awalnya tidak menyangka ada warga yang menghadang. Karena di tengah perjalanan, pelaku sempat membakar tas korban. Tujuannya, untuk menghilangkan barang bukti. Sementara isinya dibawa kabur,” ujarnya.

Untuk mengetahui jaringan pelaku, khususnya, penggunaan senpi rakitan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan. Taufik pun menyerukan agar masyarakat ikut serta membantu mempersempit ruang gerak pelaku begal, dengan berbagai macam cara. “Pelaku dan barang bukti sempat ditahan di Polsek Praya Barat Daya. Selanjutnya, diserahkan ke Polres,” ujarnya.

Dia menambahkan, di satu sisi aparat dan pemerintah sedang giat-giatnya mempromosikan pariwisata. Disisi lain, ada saja pelaku kejahatan yang memanfaatkan situasi. Korbannya pun rata-rata wisatawan asing dan lokal. Untuk itulah, dia meminta agar masyarakat wilayah selatan membuka diri. Dengan cara, memerangi pelaku pembegalan, perampokan, pencurian dan penjambretan.

“Mari kita bersama-sama menjaga kawasan wisata kita, dari luar dan dalam obyek wisata. Sehingga, wisatawan merasa aman dan nyaman. Karena, jika kunjungan wisatawan meningkat, maka keuntungannya A�kembali ke masyarakat,” ujar Taufik.

Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Nurodin SIK menegaskan, pihaknya tetap menggalakkan tim khusus (timsus) dengan melakukan patroli terbuka maupun tertutup di sejumlah titik rawan di seluruh wilayah Gumi Tatas Tuhu Trasna. Khususnya lagi, di kawasan wisata. Termasuk, menyiapkan pos penyekatan.

“Sesuai instruksi kapolda, timsus terus bekerja. Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang turut serta membantu polisi memerangi kejahatan. Sekecil apa pun informasi dari masyarakat, sangat kami harapkan,” ujar Nurodin. (dss/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *