Ketik disini

Selong

Aktifitas Belum Normal, Toko Banyak Tutup

Bagikan

Hari ini merupakan hari pertama masuk kerja setelah sepekan cuti bersama hari raya. Hingga kemarin, aktifitas di Ibu Kota Lombok Timur (Lotim), Selong terlihat belum normal. Banyak toko belum memulai aktifitas.

***

JALAN-jalan utama di sepanjang pusat bisnis di Pancor, Lotim, kemarin terlihat lengang. Tak tampak kepadatan seperti hari-hari biasanya. Kendaraan yang melintas juga terbilang sedikit. Padahal daerah ini biasanya menjadi salah satu titik kemacetan di Selong.

Bergerak ke timur, di pusat kota Selong, kondisi serupa juga tampak jelas. Tak banyak warga yang beraktifitas di luar rumah. Mungkin juga karena masih banyak yang belum kembali dari kegiatan mudik tahunannya.

Kantor pemerintahan sudah pasti masih tutup. Kegiatan perkantoran rencananya baru akan dimulai hari ini. Praktis hanya pelayanan darurat semacam rumah sakit saja yang berjalan normal. Sejumlah pihak swasta nampaknya juga demikian.

Beberapa bank swasta nasional yang ada di Selong terlihat masih belum beraktifitas sebagaimana biasanya. Yang paling nyata tentu saja ruko-ruko yang masih banyak tutup. Aktifitas memang belum normal hingga kemarin.

a�?Sudah seperti kota mati saja,a�? kata Widia, seorang pemilik took serba ada (Toserba) yang mencoba peruntungan dengan tetap membuka tokonya.

Kendati buka seperti biasa, ia mengatakan tak banyak pembeli yang datang. Sepanjang hari jumlahnya bisa dihitung jari. Itupun yang sudah benar-benar terdesak segera berbelanja.

a�?Biasanya normal lagi setelah lebaran ketupat,a�? jawabnya.

Keadaan sepi dan belum normal ini juga dibenarkan Asep, sopir angkutan kota Selong. Ia mengaku pemasukannya menurun hingga 60 persen sejak libur cuti bersama dimulai. Libur lebaran membuat para pelajar yang selama ini menjadi pelanggannya belum memulai aktifitas belajar. Ini membuat ak banyak setoran yang bisa dihasilkan. Kendati ia mengatasinya dengan mangkal di pasar, ternyata hal itu tak banyak membantu. a�?Mungkin besok atau lusa baru mulai normal lagi,a�? katanya. (WAHYU PRIHADI)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *