Ketik disini

Kriminal

Mayat Satpam Graha Permata Kota Gegerkan Warga

Bagikan

MATARAM – Warga lingkungan Tegal, Kelurahan Selagalas digegerkan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki. Mayat yang kemudian diketahui bernama Sahman, Satpam Perumahan Graha Permata Kota itu ditemukan pukul 09.30 Wita oleh warga setempat.

Penemuan mayat Sahnam bermula ketika Ahyar, salah satu keluarganya, pergi ke sawah mencari jambu di belakang BTN Permata Kota. Pada saat memungut Jambu, Ahyar melihat ada kain putih mengapung di genangan air.

Setelah melihat lebih dekat, teryata telihat pungung manusia. Ahyar pun kemudian membaliknya. Ia begitu terkejut ketika melihat mayat itu ternyata Sahman, keluarganya sendiri. Ahyar pun langsung berteriak memangil istrinya.

“Saya suruh istri saya untuk memanggil warga dan pihak kepolisian,” kata Ahyar pada Lombok Post

Keterangan dari saksi dibenarkan Kapolsek Lingsar, Iptu Seala Syah Alam. Menurutnya, mayat ditemukan keluarganya dua meter dari pagar BTN Permata Kota. Mayat Sahman kemudian langsung di evakuasi ke kediamannya. “Sahman diperkirakan sudah meninggal lebih dari tiga jam sebelum ditemukan. Ya, sekitar Pukul 06.00 Wita,” terang Seala.

Dari hasil pengumpulan data sementara pihak kepolisian, korban diketahui pulang berjaga dari BTN Graha Permata Kota pada pukul 05.00 Wita. Pulangnya pun melewati tembok belakang BTN tersebut. “Sekitar dua meter dari lokasi penemuan mayat,” ujarnya.

Dan dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya indikasi tindak kejahatan yang mengarah pada pembunuhan. “Baik itu bekas sayatan benda tajam, luka pukul, racun ataupun yang lain,” kata Seala.

Saela mengatakan, Sahman diduga meninggal karena penyakit Diabetes. “Dari keterangan pihak keluarga, Sahman memang memiliki riwayat penyakit Diabetes,” tambahanya.

Karena itulah, pihak keluarga tidak mengizinkan jenazah Sahman diotopsi. Sehingga, pihak kepolisian pun tidak melakukan pemeriksaan lanjutan. a�?Pihak keluarga meminta jenazah Sahman langsung dimakamkan,a�? terang wanita berparas cantik ini.

Keterangan Seala dibenarkan Kepala Lingkungan Tegal, H Haerudin. “Keluargnya tidak ingin melakukan otopsi mas,” kata H Haerudin. (cr-ian/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *