Ketik disini

Headline Metropolis

Agustus, NTB Diguyur Rp 500 Miliar

Bagikan

MATARAM – Anggaran untuk mendukung program swasembada pangan melalui kegiatan upaya khusus (upsus), akan segera terealisasikan. Bulan Agustus, sepuluh kabupaten/kota di NTB akan mendapat dana bantuan yang dianggarkan melalui APBN-P.

a�?Anggaran sebesar Rp 597 miliar merupakan bantuan sosial dari pemerintah untuk para petani,a�?kata kepada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB Husnul Fauzi kepada Lombok Post di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan Husnul, anggaran sebesar Rp 597 miliar tersebut, disiapkan khusus oleh pemerintah pusat untuk program swasembada pangan di Provinsi NTB. Awalnya, melalui APBN murni, pemerintah pusat telah menganggarkan sebesar Rp 83,250 miliar dan telah terealisasi 92,98 persen ke petani. Kemudian ditambah lagi, di APBN perubahan, hingga sebesar Rp 597 miliar. a�?Penambahan ini merupakan bentuk kepercayaan pusat untuk swasembada pangan di NTB dan Indonesia khususnya,a�? ujarnya.

Dari sepuluh kabupaten/kota yang ada di NTB, baru lima kabupaten/kota yang telah menyusun rencana kebutuhan penggunaan dana bansos ini. Yaitu Lombok Utara, Bima, Lombok Barat, Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa.

Rencana kebutuhan yang disusun, telah diverifikasi oleh Dinas Pertanian, dan mendapat persetujuan. a�?Lima kabupaten/kota lainnya, pengajuan rencana kebutuhan dana bansos baru masuk. Jadi akan kita verifikasi terlebih dahulu,a�?ungkap Husnul.

Menurutnya, verifikasi terhadap rencana penggunaan dana bansos, harus dilakukan. Agar jelas tujuan dan peruntukan dari dana bansos tersebut. Juga untuk menghindari terjadinya kelompok tani yang mendapatkan bantuan lebih dari satu kali.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan ini mengatakan, bansos akan didistribusikan kepada setiap kelompok tani yang memiliki badan hukum. Dana yang dikirim akan disalurkan melalui rekening masing-masing kelompok tani. a�?Nantinya uang akan kita kirim langsung kepada kelompok tani yang tercatat secara resmi di pemerintah,a�? ungkapnya.

Ia menambahkan, tugas dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura hanya mengirim dana kepada kelompok tani. Selanjutnya, penggunaan dana bansos oleh petani, akan diawasi oleh kabupaten/kota di mana kelompok tani tersebut berada.

Bantuan lainnya, lanjutnya, akan diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Bantuan tersebut antara lain, optimalisasi lahan air, pengembangan jaringan irigasi, bantuan benih, pupuk NPK dan Urea.

Selain itu, bantuan berupa alat-alat pertanian seperti mesin panen padi, traktor tangan, alat mesin pengering, pompa air, dan mesin penggilingan padi segera menyusul. a�?Sudah ada kontrak kerja antara kementerian dengan perusahaan, nanti tinggal didistribusikan saja kepada petani,a�? pungkas Husnul. (cr-dit/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys