Ketik disini

Headline Metropolis

Giliran Rido ‘’Gebrak’’ Mataram

Bagikan

MATARAM  –  Pasangan bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram H Rosiady Sayuti dan H MNS Kasdiono (Rido) hari ini (28/7) akan menggelar deklarasi. Tidak mau kalah dengan pasangan incumbent H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman), ribuan massa pendukungnya siap “menggebrak” Mataram.

Deklarasi pasangan yang didukung Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Perindo ini akan digelar di Narmada Convention Hall. Acara rencananya dimulai Pukul 14.00 Wita dan dilanjutkan dengan pendaftaran ke KPU Kota Mataram.

“Deklarasi besok (hari ini (28/7), red) akan dihadiri simpatisan pendukung Rido. Mulai dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, simpatisan partai, organisasi kepemudaan dan seluruh sukarelawan yang menginginkan perubahan dan Mataram menjadi lebih baik lagi,” terang Rosiady Sayuti kepada Lombok Post, kemarin(27/7).

Pria yang sudah melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Dikpora NTB ini mengatakan, telah mempersiapkan segalanya untuk deklarasi hari ini. Mulai dari persiapan mental, fisik dan tentunya doa. Dengan keyakinan dan niat membangun Kota Mataram, ia rela keluar dari zona nyaman di dunia akademisi dan birokrasi untuk terjun ke dunia politik yang penuh dengan ketidak pastian.

“Bagi saya deklarasi hari ini menjadi tantangan pertama saya di dunia politik. Tapi dengan niat untuk Mataram yang lebih baik, maka akan saya lakukan. Karena saya dan kita semua menyayangi Mataram,” tegasnya.

Sementara itu, pendamping Rosiady, H MNS Kasdiono mengatakan, sekali naik di atas ring, ia mengaku tidak akan pernah mundur sebelum bertanding. Karena itu adalah jiwa sesungguhnya seorang patriot.

“Dalam situasi tertentu, ada beberapa hal yang di luar dugaan manusia. Karena Allah SWT akan menunjukkan kuasanya. Oleh karena itu, saya selalu mengharapkan Rido dari Allah SWT dengan melakukan ikhtiar-ikhtiar. Maka saya yakin Allah akan menunjukkan kekuasaannya,” terangnya pada Lombok Post.

Sebagai patriot olahraga dan orang yang memiliki latar belakang olahragawan, Kasdiono mengaku mendapat dukungan dari masyarakat kalangan olahraga di Kota Mataram. “Saya sebenarnya tidak ingin melibatkan masyarakat di kalangan olahraga ke dalam dunia politik. Makanya saya tidak undang. Tapi mereka mengungkapkan akan tetap hadir dalam deklarasi besok (hari ini, red),” ungkap mantan Ketua KONI NTB yang telah berhasil menoreh tinta emas dengan membawa NTB meraih 11 medali emas di PON 2012 tersebut.

Kasdiono juga lebih awal mengucapkan permohonan maafnya kepada masyarakat Kota Mataram. Karena dalam proses deklarasi, dirinya bersama Rosiady hari ini (28/7) akan mengganggu kenyamanan warga Kota Mataram.

“Usai deklarasi, hari ini kami akan long march untuk mendaftar di KPU dengan diiringi simpatisan. Maka dari itu, saya sebelumnya melayangkan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Mataram jika mengganggu untuk beberapa saat,” terangnya.
Sementara dari pantauan Lombok Post di lokasi deklarasi, berbagai persiapan sudah hampir rampung. Di sepanjang jalan Majapahit, sejak kemarin sudah terpasangan bendera partai Demokrat, PDIP, Gerindra dan Perindo. Sementara di area Narmada Convention Hall, terlihat panggung tempat deklarasi sudah mulai dikerjakan.

“Semuanya sudah siap. Karena itu, melalui Lombok Post, saya mengundang semua masyarakat Kota Mataram untuk hadir. Mari kita bersama-sama menyatukan niat membangun Kota Mataram yang lebih maju, terarah dan berpihak kepada masyarakat. Bukan pengusaha atau yang lainnya,” tandas Kasdiono.

Sementara Ketua KPU Kota Mataram H Ainul Asikin membenarkan jika pasangan Rido akan mendaftar ke KPU hari ini (28/7). “Ya, sudah ada pemberitahuan kepada kami dari timnya Rido. Kami siap menerimanya,” tegasnya.

Ia juga menjamin, perlakuan KPU kepada semua calon akan sama. Baik itu incumbent maupun tidak. “Semua akan sama dan kami dari KPU pasti akan terbuka. Teman-teman semua bisa melihatnya langsung,” pungkasnya.

Sementara salah satu komisioner KPU Mataram, Bedi Saparwadi menambahkan, pendaftaran pasangan Rido akan diterima semua komisioner dan petugas KPU. Sama seperti penerimaan pasangan Aman yang telah mendaftar 26 Juli lalu. “Tidak ada yang dispesialkan. Semua pasangan diperlakukan sama,” terang Bedi.

Terkait aturan yang mengharuskan Kasdiono mundur dari jabatan anggota DPRD Provinsi NTB, ia menegaskan bisa dengan menunjukkan surat pernyataan pengunduran diri dan surat keterangan sedang dalam proses pengunduran diri.

“Saat mendaftar pasangan harus menunjukkan surat pernyataan pengunduran diri dan keterangan sedang dalam proses. Surat pengunduran diri baru kami terima maksimal 60 hari setelah penetapan pasangan calon,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, H. MNS Kasdiono mengatakan telah mebuat pernyataan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD Provinsi NTB. “Seperti yang saya sudah katakan, sekali maju, maka saya tidak akan mundur, apapun resikonya,” terang Kasdiono.

“Saya sudah menandatangani surat pernyataan pengunduran diri dan saat ini sedang diproses,” sambungnya.
Pihak KPU mengatakan akan menerima pendafataran terakhir pukul 16.00 Wita. Jika memang hingga waktu tersebut masih belum ada pendaftar atau hanya satu pasangan saja, maka waktu pendafataran akan diperpanjang tiga hari dengan didahului tiga hari sosialisasi.(ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *