Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Kontraktor Bersertifikat Masih Minim

Bagikan

MATARAM – Pemerintah berkomitmen meningkatkan jumlah kontraktor dan tenaga ahli konstruksi bersertifikat. Ini dilakukan untuk mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Terutama meningkatkan daya saing jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Konsultan Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Pusat Puti Amalia mengatakan, tantangan utama pelaku jasa konstruksi Indonesia dalam menghadapi era MEA adalah terbatasnya jumlah tenaga konstruksi profesional yang tersertifikasi.

a�?Kita akan sulit bersaing dengan tenaga ahli dari negara ASEAN kalau tenaga ahli kita belum punya sertifikat keahlian. Sementara kita punya proyek pembangunan yang banyak di sini,a�? katanya pada sejumlah wartawan usai pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi pelaksana pekerjaan lapangan di Universitas Muhammadiyah Mataram, kemarin.

Putri menjelaskan, saat ini pemerintah memiliki target minimal satu juta kontraktor yang bersertifikat. Sedangkan target dari PU ada 60 ribu tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

Sehingga fokus pemerintah saat ini, lanjutnya, terus meningkatkan jumlah tenaga kerja
konstruksi ahli dan terampil yang bersertifikat, dengan cara melakukan sosialisasi secara berkelanjutan.

Karena keuntungan tenaga kerja yang bersertifikasi juga akan berpengaruh terhadap penghasilan yang akan diperoleh. a�?Tentu sangat cepat sekali mereka terserap pada perusahaan-perusahaan besar yang mementingkan ini,a�? jelasnya.

Di sisi lain, kata Putri, ada keluhan soal pembiayaan pembuatan sertifikat. Padahal, saat ini pemerintah telah memberikan subsidi bagi mereka untuk pengajuan sertifikasi. a�?Pusat juga telah memberikan subsidi di level dua dan tiga, kami harap target ini dapat didukung pula dari daerah,a�? imbuhnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram Isfanari menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi ini. a�?Sertifikat ini dapat menjamin tenaga konstruksi kita,a�? imbuhnya.

Dari kalangan akademisi tentu sangat mendukung program ini diikuti mahasiswa maupun alumni sarjana teknik, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang optimal. Sehingga mereka siap terjun ke lapangan dan tidak salah memasuki lapangan pekerjaan di bidang lain. a�?NTB sendiri baru mencapai 7 ribu atau 25 persen sarjana teknik yang bersertifikat,a�? tegasnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Pasalnya, ia melihat kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan ahli akan mengalami peningkatan. a�?Kesempatan ini tidak datang dua kali, jadi manfaatkan sebaik mungkin,a�? pungkasnya. (ewi/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *