Ketik disini

PELESIR

Nipah : Paduan Rasa dan Panorama Alam

Bagikan

Liburan praktis, murah, dan lengkap bisa didapatkan di Pantai Nipah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Anda bisa menikmati pantai berpasir hitam, pasir putih, laut bening, dan tentu saja kuliner ikan Nipah yang sudah kesohor itu. Bagi anda yang sibuk dan ingin pelesir ke tempat yang mudah dijangkau, Pantai Nipah adalah pilihan tepat.

********************

DULUNYA, ikan tangkapan nelayan di Dusun Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang dipasarkan begitu saja kepada para pengepul yang sudah menanti di pesisir pantai. Kini, sebagian besar dari mereka punya cara lain untuk meningkatkan nilai ekonomis dari biota laut hasil tangkapannya tersebut.

Sahmin, 40 tahun, salah seorang nelayan setempat baru saja menambatkan perahunya ke daratan. Dari hasil melautnya hari itu, ia membawa pulang satu bak berisi puluhan ikan tongkol.

Ikan-ikan segar tangkapan dibawa untuk dibersihkan. Agar tetap segar, puluhan ekor ikan itu dimasukan dalam freezer berupa box berisi potongan-potongan es batu. Saat cuaca buruk, nelayan di Dusun Nipah, termasuk Sahmin tak lagi menjual tangkapan mereka kepada pengepul. Ikan-ikan yang diperoleh, diolah sendiri untuk usaha kuliner.

a�?Hasil tangkapan ini tidak cukup untuk dipasarkan pada pengepul. Ini hanya untuk usaha ikan bakar,a�? kata Sahmin.

Istrinya sendiri, Kurniawati yang mengelola kuliner ikan keluarga Sahmin. Ia memiliki lapak khusus yang terletak persis di pinggir pantai. Lapaknya memang terbilang sederhana, hanya beratap jerami dan berdinding anyaman bambu. Sebagaimana hari biasanya, Kurniawati sibuk menyiapkan bumbu dapur untuk mengolah ikan-ikan segar tersebut. Racikan bumbu pedas khas Sasak disiapkannya, sembari menunggu ikan yang dipanggangnya cukup matang.

Sementara, satu rombongan keluarga sudah menanti di salah satu lapak milik Kurniawati. Mereka merupakan warga Kota Mataram yang menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner ikan bakar di sana. Hanya butuh menunggu sekitar belasan menit, ikan bakar pun tersaji di hadapan mereka, lengkap dengan sayur bening dan aneka bumbu colek.

a�?Kebetulan saya sudah beberapa kali menikmati ikan bakar di sini. Kemudian saya rekomendasikan ke teman-teman dan sekalian saya ajak kemari,a�? kata Muhammad Safwan, bapak dua anak.

Menurutnya, yang menarik dari kuliner ikan bakar di Nipah adalah pembeli bisa memilih sendiri ikannya. Tongkol, kakap, pogot, kerapu, baronang, dan jenis ikan tersebut telah disiapkan pedagang dalam box pendingin. Tersedia dalam berbagai ukuran, menyesuaikan selera dan tentunya isi kantong mereka. Safwan yang datang bersama rombongan keluarganya sengaja memilih ikan berukuran jumbo untuk disantap bersama.

Bicara soal harga pun cukup relatif, tak jauh berbeda dengan yang ditawarkan rumah makan di pusat kota. Harga bergantung pada jenis ikan maupun ukurannya. Kurniawati sendiri sudah menyiapkan timbangan khusus untuk itu.

a�?Harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu. Kita bisa seusaikan dengan isi kantong,a�? katanya.

Disamping harga dan rasa, lokasi kuliner ikan bakar tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri bagi Safwan. Sembari menikmati sajian ikan bakar, dua orang putranya, Jaka dan Reza, dan istrinya Fitri, dimanjakan oleh keeksotisan pemandangan pantai yang jelas terlihat dari lokasi tersebut. Mulai dari jejeran pohon kelapa yang menghiasi garis putih pantai. Hingga kejernihan air lautnya yang tak kalah elok. Juga ditemani semilir angin yang sejuk, lengkap dengan suara deru ombak yang menambah ketentraman suasana.

a�?Nipah memang lokasi liburan yang pas bagi keluarga,a��a�� kata penulis beberapa buku ini.

Safwan sendiri datang ke Nipah untuk mengambil foto dan wawancara. Dia berencana akan menerbitkan buku tentang kuliner dan wisata. Menurut penulis a�?NW Melompata�? ini, kuliner Nipah memang memiliki ciri khas tersendiri. Ikan segar plus panorama pantai.

Perpaduan rasa dan keelokan alam di sana tak hanya memikat Safwan dan keluarganya. Terbukti, tak hanya lapak kuliner Kurniawati yang disambengi pembeli. Pengunjung lainnya pun nampak asik menikmati hidangan ikan bakar di sejumlah lapak yang kini ramai berjejer tak jauh dari milik Kurniawati.

Perkembangan kuliner ikan di kawasan Nipah tersebut berkembang sejak tahun 2012. Setidaknya, tercatat sekitar 80 lapak di sana yang siap melayani pecinta ikan bakar, 50 diantaranya berada di pinggir jalan dan sisanya menghiasi bibir pantai. Sama halnya dengan Kurniawati, sebagian besar pemilik lapak tersebut adalah keluarga nelayan setempat. Makin lama, jumlah lapak ini terus bertambah.

a�?Kebetulan suami saya nelayan dan sebagian dari hasil tangkapannya, kita olah untuk usaha kuliner ini. Keuntungan jadi bisa berlipat ganda,a�? terang Heratun, pemilik lapak kuliner ikan di pinggir jalan Nipah.

Inspirasinya memang datang dari Kurniawati yang lebih dahulu menggarap usaha serupa di pesisir pantai. Ia mengawalinya dengan modal sekitar Rp 3 juta untuk membangun lapak. Seiring waktu, usaha kuliner ikan tersebut terus dirasakan perkembangannya. Pengunjung pun datang dari berbagai tempat, sendiri, berpasangan, maupun rombongan.
Dalam sehari saja, Heratun mengaku beromsetkan sekitar Rp 300 ribu. Namun, untuk hari minggu omzet bisa naik tajam hingga mencapai Rp 2 juta, seiring dengan pengunjung yang kian ramai di akhir pekan.

a�?Biasanya, pengunjung paling ramai di akhir pekan. Sambil berwisata di pantai, mereka menyantap ikan bakar di sini,a�? katanya.

Akibat lonjakan jumlah pembeli tersebut, Heratun maupun para pedagang lainnya mengaku harus mendatangkan ikan dari luar Nipah. Biasanya mereka membeli ikan segar tambahan di Pasar Ampenan.

a�?Kalau hanya mengandalkan tangkapan ikan nelayan di sini, masih kurang. Jadi, kita tambah stok ikannya dari pasar kebon roek,a�? imbuhnya.

Dari usaha kuliner ikan bakar tersebut, kehidupan keluarga nelayan di kawasan itu pun mengalami kemajuan. Taraf perekonomian mereka terangkat. Keuntungan dari kuliner tersebut, dapat dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Bahkan, kala cuaca tak bersahabat seperti hari-hari belakangan ini. Finansial keluarga nelayan itu pun tak lagi memburuk.

Dukungan pemerintah sendiri bagi kemajuan usaha kuliner setempat cukup terlihat. Para pemilik lapak kuliner di sepanjang jalan Nipah pernah mendapat bantuan. Lapak mereka yang awalnya begitu sederhana dan terkesan asal-asalan, kini sudah direnovasi dengan anggaran pusat.

Meski diambut animo yang baik dari masyarakat dan ada perhatian dari pemerintah, para pedagang sendiri mengaku masih dihadapkan pada sejumlah kendala hingga kini. Salah satu yang menjadi keluhannya adalah pemagaran yang tengah dilakukan oleh pemilik lahan sekitar kawasan tersebut. Akibat dibangunnya pagar itu, keindahan panorama alam setempat menjadi terhalangi.

a�?Kita berharap pemerintah bisa mengkomunikasikan masalah ini kepada pemilik lahan,a�? kata Sunati.

Di samping itu, keberadaan fasilitas umum di kawasan Nipah pun dirasakan belum cukup memadai. Pengunjung kerap mengeluh lantaran harus menggunakan MCK sederhana yang dibangun seadanya oleh warga setempat menggunakan karung-karung bekas.

Menyepi ke Nipah

Sebenarnya banyak pantai eksotis di Desa Malaka, tapi yang paling dikenal adalah Nipah. Sebenarnya selain Nipah ada juga Pantai Kecinan, Pantai Malimbu, Pantai Klui, dan deretan pantai lainnya. Malimbu lebih dikenal dengan rest areanya, dimana dari tempat itu bisa menikmati pemandangan laut lepas dari atas pembatan besi. Selain itu pada sore hari, tiga gili, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air terlihat cantik dengan rona merah langit. Lokasi tersebut merupakan tempat menikmati sunset terindah di sepanjang garis pantai Desa Malaka.

Nah bagi anda yang ingin menikmati keindahan Nipah, berikut tips dari Pelesir Lombok Post :

  • Jika jalan berdua atau sendiri direkomendasikan naik sepeda motor. Dengan naik sepeda motor bisa lebih mudah berhenti dan parkir. Sepanjang perjalanan banyak spot menarik yang bisa diabadikan.
  • Ada dua jalur : jalur Pusuk. Lewat jalur ini, Anda bisa menikmati kesejukan alam Pusuk dan bercengkerama dengan monkey forest. Nantinya setelah sampai di persimpangan Pemenang, ambil jalan kiri.
  • Jalur Senggigi. Ini jalur yang direkomendasikan. Sepanjang perjalanan dimanjakan dengan pemandangan pantai.
  • Jika ingin menikmati ikan bakar sambil merendam kaki di air laut, pilihlah lapak di pinggir pantai.
  • Ikan bisa ditawar, tergantung selera dan budget. Kisaran harga Rp 20 ribu a�� Rp 50 ribu. Tergantung besar ikan dan jenis ikan.
  • Anda juga bisa melihat dan mencoba proses membakar ikan hingga mengulek sambel.
  • Setiap spot pantai di Nipah, dan di semua Desa Malaka aman. Belum pernah terjadi kasus kejahatan. Tapi disarankan, jika masuk ke pantai-pantai yang sepi minimal berdua.(furqan/fathul)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *