Ketik disini

Metropolis

Nonik Ingin Jadi Pengibar, Yusuf Bersyukur Bisa ke Jakarta

Bagikan

Setelah belasan tahun “puasa” mengirimkan wakilnya sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pada 2015 ini Mataram kembali mendapat kesempatan emas. Ya, dua pelajar Mataram, Yusufian Habiib Saputro dan Baiq Donita Anindya Fitri dipastikan bergabung dalam Paskibraka saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 di Istana Negara 17 Agustus mendatang.

***

LUAPAN kebahagiaan tersirat di wajah kedua pelajar Mataram ini saat ditemui Lombok Post kemarin di ruangan Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Dikpora Kota Mataram. “InsyaAllah besok pagi (hari ini, Red) berangkat ke Jakarta mas. Kami di sana rencananya sebulan lebih. Hingga 31 Agustus mendatang,” terang keduanya kompak.

Baiq Bonita Anindya Fitri atau yang akrab disapa Nonik terpilih menjadi wakil NTB setelah berhasil mengalahkan pesaingnya dari semua kabupaten/kota yang ada di NTB. Nonik menuturkan butuh perjuangan berat untuk bisa meraih capaiannya saat ini.

Pasalnya, selain sibuk membagi waktu untuk berlatih Paskibraka, putri kedua dari pasangan H Lalu Zulkifliadi dan Hj Imelda Khatriany ini ternyata juga ikut ekskul basket. “Kadang dia bingung membagi waktu antara basket dan Paskibraka. Makanya saya juga sering ngasih pandangan dan arahan ke dia,” terang Hj Imelda Khatriany, ibunda Nonik kepada Lombok Post.

Karena cita-cita dan impian Nonik menjadi pengibar bendera di Istana Negara, maka ia pun terus fokus menekuni dan berlatih di ekskul Paskibraka. “Saya harus ikut seleksi dulu di sekolah, kemudian bersaing di tingkat Kota, baru kemudian ke Provinsi. Setelah di Provinsi Alhamdulillah bisa ke tingkat nasional,” tutur Nonik.

“Impian yang masih belum saya raih adalah menjadi pengambil bendera dari presiden untuk dikibarkan. Saya mohon doanya ya, semoga bisa terwujud,” sambung cewek kelahiran 13 Agustus 1999 ini polos.

Sama halnya dengan Nonik, Yususfian Habiib Saputro atau yang akrab disapa Yusuf mengutarakan sejak dulu memiliki impian ke Jakarta. “Sejak saya masih kecil mas pengen lihat Jakarta itu seperti apa. Alhamdulillah besok itu terwujud dengan jalan menjadi Paskibraka di tingkat Nasional,” bebernya.

Yusuf yang juga sempat kesulitan membagi waktu karena mengikuti beberapa ekskul ini merasa kalau ini sudah jalan yang ditentukan untuknya. Karena meski melalui persaingan dan seleksi yang begitu ketat dari Dikpora, ia tidak menyangka akan bisa terpilih ke tingkat Kota, Provinsi bahkan Nasional.

“Saya nggak nyangka mas,” cetus putra dari pasangan Syaifudin dan Dwi Rahayu Setyarini tersebut. Kini Yusuf pun menatap target baru agar bisa menjadi pasukan inti di regu pengibar bendera.

Keberhasilan kedua pelajar Kota Mataram patut diapresiasi. Sebab, ini menjadi sejarah baru bagi Kota Mataram dan NTB. Sebab, mereka adalah pelajar pertama sejak Orde Reformasi, yang bisa menembus ketatnya persaingan menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional. Terakhir, Kota Mataram mengirimkan wakilnya pada HUT RI tahun 1993 lalu.

Tak heran, mereka mendapat apresiasi luar biasa dari Dikpora Kota Mataram. Zarkasyi, selaku Kabid Pemuda dan Olahraga kota Mataram menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kedua pelajar tersebut karena telah mengharumkan nama Kota Mataram.

“Ini bukan hanya kebanggan bagi Dikpora saja melainkan Kota Mataram, Provinsi NTB dan tentunya kita semua. Ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pembinaan yang telah susah payah kita lakukan selama ini. Kami sangat bangga pada mereka dan berterima kasih,” ungkap Zarkasyi.

Ia hanya meminta, kedua pelajar tersebut untuk tidak cepat berbangga dan berpuas diri. Melainkan keberhasilan saat ini dijadikan motivasi untuk terus semangat, giat dan disiplin dalam belajar. (HAMDANI WATHONI*/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *