Ketik disini

Headline Politika

PAN a�?Dikadalia�? Gerindra di Pilkada Sumbawa

Bagikan

MATARAM – Pasangan bakal calon Bupati Sumbawa dan bakal calon Wakil Bupati Sumbawa H Mokhlis dan Baijuri Bulkiyah terancam gigit jari. Partai Gerindra yang sebelumnya disebut-sebut akan mendukung pasangan ini bersama Partai Amanat Nasional ternyata punya rencana tersembunyi.

Partai besutan Prabowo Subianto itu akhirnya malah mengusung kadernya sendiri Jack Morsa H Abdullah berpasangan dengan Irwan Rahadi. Gerindra menggandeng Partai Golkar untuk mengusung pasangan ini.

Kini, dengan langkah Gerindra itu, PAN pun dibuat kelabakan. Ketua DPD PAN Sumbawa Burhanuddin Jakfar Salam mengatakan pihaknya masih berupaya semaksimal mungkin mempertahankan paket Mokhlis-Baijuri untuk bisa mendaftar di KPU.

Salah satunya intens berkomunikasi dengan partai politik seperti PKS dan PBB. a�?Masih ada ruang untuk berkoalisi dengan partai lain,a�? kata Burhanuddin kepada wartawan melalui hubungan telepon kemarin.

Dikatakan, dinamika politik yang sangat tinggi di Sumbawa membuat PAN harus siap dengan berbagai risiko. Termasuk jika gagal memperoleh mitra koalisi untuk memenuhi syarat pendaftaran calon. Pihaknya akan membicarakan hal itu kepada DPW dan DPP PAN untuk selanjutnya mengambil sikap politik.

PAN yang memperoleh lima kursi di DPRD Sumbawa mendapat kesempatan untuk mendaftarkan calonnya ke KPU jika memenuhi syarat sembilan kursi. Berkoalisi dengan PKS dan PBB menjadi pilihan yang tepat jika ingin melenggang di pilkada.

a�?Namun, kalaupun tidak dapat mitra koalisi, kami akan berkoordinasi dengan DPW dan DPP untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah akan mendukung pasangan lain atau tidak mendukung sama sekali, itu nanti,a�? tandas dia.

Dia optimistis PAN tidak terbebani dengan kondisi tersebut karena tidak terlibat politik transaksional. Bahkan menurut dia, kedua pasangan calon baik Jakc Morsaa��Irwan Rahadi dan pasangan Mujur bisa tidak dapat mendaftar di KPU.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB HM Sakduddin mengatakan DPC yang memiliki wewenang untuk menjaring bakal calon kepala daerah. Ada pun DPD Partai Gerindra hanya berwenang mengetahui. a�?Sehingga nggak ada yang harus ditandatangani oleh DPD, apa yang dihasilkan di tingkat DPC itulah yang direkomendasikan ke DPP,a�? katanya.

Sebelum memutuskan arah politiknya, Partai Gerindra, kata Sakduddin tetap taat pada mekanisme yakni menggelar rapat dari tingkat ranting, PAC, dan DPC. Bahkan menurut dia tidak ada ketentuan yang menyebutkan harus satu atau dua pasangan calon yang dilaporkan ke DPP. Selanjutnya merupakan kewenangan DPP atas hasil seleksi. (tan/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *