Ketik disini

Headline Selong

Pemerintah Warning Investor Vila

Bagikan

SELONG – Pemerintah Lotim mengingatkan para investor tidak sembarangan membangun vila di Sembalun. Setiap rencana pembangunan harus berdasar aturan tata ruang. ”Jangan asal bangun, ikuti aturannya,” tegas Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim M Edi Surya, kemarin (27/7).

Ia menjelaskan, pada prinsipnya pemerintah mendukung segala upaya pembangunan. Terlebih hal itu bisa mendatangkan pemasukan bagi daerah dan warga sekitar.

Namun ia mengatakan ada sejumlah tempat yang tak boleh dijadikan vila. Dia menjebut kawasan pertanian menjadi area “haram” bagi calon investor. Seluruh lahan pertanian di Sembalun harus dipertahankan fungsinya. Tak ada toleransi bagi siapa pun dengan alasan apa pun. ”Yang sekarang sudah jadi sawah atau kebun jangan diganggu gugat,” tegasnya.

Larangan selanjutnya ialah membangun di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Area itu merupakan kawasan yang dilindungi undang-undang. Jangankan untuk membangun vila sebagai area komersil, menebang sebatang pohon pun dilarang. Bahkan kendati kawasan TNGR itu tak ada pohon sekalipun tetap tak boleh diubah fungsi peruntukan awal.

Penegasan itu disampaikan usai melakukan pertemuan dengan salah satu pengembang yang sempat menuai polemik karena protes warga sekitar. Investor itu katanya kini sudah diberi izin, lantaran pengecekan di lapangan menunjukkan tak ada penyimpangan. ”Sebaliknya, kalau sudah sesuai tak akan kami halang-halangi,” jawabnya.

Sembalun yang menjadi primadona baru memang terus mengalami perkembangan yang pesat. Tingginya angka kunjungan ke daerah kaki Gunung Rinjani itu menjadikan kebutuhan akan rumah tinggal sementara bagi pendatang meningkat. Tak heran kini begitu banyak home stay dan vila yang mulai dibangun. Bahkan warga juga tak sedikit yang merombak rumahnya untuk disewakan. ”Belum ada data pasti, tapi lihat saja tulisan menyewakan rumah dan vila ada di mana-mana,” kata Royal Sembahulun, salah seorang tokoh masyarakat Sembalun. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *