Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Rupiah Melemah, Eksporter Merugi

Bagikan

MATARAM – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdampak tak baik bagi pelaku ekspor (eksporter). Mereka kini harus menanggung biaya berlebih untuk pengiriman, mengingat kontrak ekspor dibuat saat kondisi rupiah tengah menguat.

a�?Pelemahan rupiah kita saat ini sangat dilematis, dan terus tertekan hingga di atas Rp 13 ribu per dolar,a�? ujar Ketua Asosiasi Profesi Export (APEX) NTB Anhar Tohri pada koran ini, kemarin.

Anhar menjelaskan, pelemahan rupiah yang berdampak pada transaksi ini karena bisa saja harga kesepakatan dalam kondisi rupiah menguat. Ketika melemah tentu berpengaruh pada proses pengiriman. Karena biaya pengiriman yang dikeluarkan eksporter menjadi bertambah, disebabkan penambahan rupiah terhadap nilai jual.

Dampak ini juga dirasakan eksporter yang masih mengimpor bahan baku dari luar. a�?Yang ada ada pasti merugi,a�? terangnya.

Anhar berharap nilai tukar rupiah kembali ke level Rp 12 ribu per USD. Namun, jika tidak memungkinkan, pelaku usaha harus beradaptasi. Bahkan mencari dan menambah pelanggan baru.

a�?Terdapat penurunan omzet hingga 30 persen. Kondisi ini harus diakali, dengan mencari pelanggan baru,a�? terang Anhar yang juga pengusaha di bidang handycraft itu.

Sementara itu, sejumlah pelaku kerajinan di Pasar Seni Sesela, LOmbok Barat menambahkan, pelemahan rupiah tidak memberi dampak berarti bagi usahanya. Salah satunya Alwi.
Dia mengatakan, omzet mereka sepenuhnya tergantung pada banyak tidaknya wisatawan yang berkunjung ke tempatnya.

Alwi berharap, di tengah pelemahan rupiah mestinya mendorong banyak wisatawan datang berkunjung. Sehingga dia berharap agar lebih banyak wisatawan yang datang ke Pasar Seni Sesela. (ewi/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys