Ketik disini

PELESIR

Sering Disebut Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi

Bagikan

Di Lombok Timur ada pantai yang pasirnya tak berwarna hitam ataupun putih. Seluruh pasir di sana berwarna merah muda. Karena itu orang menyebutnya dengan nama Pantai Pink. Saking indahnya, banyak orang yang menyebutnya sebagai potongan surga yang jatuh ke bumi.

PARA wisatawan yang datang berkunjung seolah tak bisa berhenti berdecak kagum. Mereka terlihat begitu takjub dengan keadaan di pantai itu. Semua pasirnya berwarna merah muda layaknya film-film dongeng yang sering terlihat di televisi. Bedanya, ini ada di kehidupan nyata. Pantai Pink namanya.

Lokasinya di ujung selatan Lombok Timur. Perlahan tapi pasti pantai yang satu ini mulai menarik perhatian. Mungkin belum seterkenal Senggigi di Lobar ataupun Kuta di Loteng, namun Pantai Pink terus menunjukkan trend peningkatan kunjungan dari waktu ke waktu. Padahal baru sekitar lima tahun lalu pantai ini mulai dikenal luas. a�?Kami tahu dari internet, setelah datang ternyata benar,a�? kata Alin, seorang wisatawan asal Singapura.

Pantai yang bertipikal teluk itu tak hanya menyajikan keindahan pasir merah muda yang menarik hati. Di dalam lautnya, beragam biota laut juga dapat dinikmati. Ada jajaran terumbu karang indah nan elok di sana. Tak heran, banyak juga penyelam yang datang berkunjung. Kalaupun tak membawa alat selam, keindahan itu juga dapat dinikmati dengan bersnorkling saja. Di sisi kiri dan kanan, pantai itu diapit dua bukit indah yang tinggi menjulang. Biasanya dari sana orang melakukan foto selfie. Para penggemar fotografi juga banyak yang mengabadikan suasana dari puncak bukit itu.

Suasana yang sepi juga semakin menambah kenikmatan bagi para pengunjung. Mereka layaknya sedang berada di kawasan privat yang masih perawan. Sangat minim gangguan di sana, cocok untuk mereka yang ingin bersantai ataupun hendak menikmati masa-masa kesendirian. a�?ini seperti potongan surga yang turun ke bumi,a�? kata Sukmawan, wisatawan asal Surabaya.

Pantai yang masuk kawasan Jerowaru ini bisa ditempuh dalam dua cara. Yang pertama melalui jalur laut melewati Tanjung Luar. Sedangkan jalur darat bisa ditempuh selama 90 menit dari Mataram dengan menyusuri kawasan selatan. (*/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *