Ketik disini

Selong

Berulang Kali Disiksa, Minta Cerai

Bagikan

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih saja terjadi di Lombok Timur. Yang terbaru, Masitah, menjadi korban penganiayaan oleh suami sendiri.

JAWABAN yang begitu pendek dan ringkas selalu diberikan Masitah. Sesekali ia bercerita sambil menahan tangis. Air matanya mengalir di pipi.
Tak banyak kata yang keluar dari mulut wanita 40 tahun itu. Ia lebih banyak duduk diam sambil menundukkan kepala.

Bersama sejumlah pihak yang peduli padanya, pagi kemarin (28/7) Masitah mendatangi Mapolres Lotim. Ia hendak melaporkan suaminya sendiri akibat KDRT yang dialaminya.

Di beberapa bagian kepalanya terdapat perban yang menutupi bekas luka. Kendati sudah dibalut 10 jahitan, darah masih terlihat di kepala wanita asal Labuhan Haji itu. Di lengan kirinya juga tampak lebam. Itu karena ia dibanting ke lantai oleh suaminya sendiri. a�?Dia marah-marah, terus banting saya,a�? tuturnya.

Itu merupakan penganiayaan kali kesekian yang diterima dari sang suami berinisial I. Sebenarnya, suaminya itu baru satu bulan bebas bersyarat setelah menjalani 20 bulan masa penahanan di Rutan Selong. Hal itu harus dirasakan I akibat penganiayaan serupa yang diberikan pada Masitah.

Namun alih-alih bertaubat, ia justru semakin menjadi-jadi selepas keluar dari tahanan. Selain secara fisik, ia juga dianiaya secara psikis. a�?Dia asah pisau di depan saya, bilangnya mau gorok orang, terus taruh di atas lemari,a�? katanya bercerita.

Dia juga dituduh berselingkuh, padahal tak pernah sekalipun hal itu dilakukan wanita yang bekerja serabutan ini. Atas perlakuan itu, ia melaporkan apa yang dilakukan I. Selain ke pihak kepolisian, ia juga melapor ke rutan. Harapannya bebas bersyarat yang diterima suaminya itu bisa dicabut. a�?Ini sudah jelas, ada saksi, ada hasil visum,a�? kata Sri Yuliana dari Kelompok Konstituen Mampu yang membantu.

Sembari menunggu kasus itu bergulir, Masitah hanya bisa berharap. Ia yang kini tak berani pulang sudah membulatkan tekad untuk bercerai dari suami yang terus menyiksanya itu. a�?Ini jadi pelajaran buat kita, semoga wanita lain yang bernasib sama tak segan melapor,a�? kata Sri. (wahyu)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *