Ketik disini

Politika

Golkar Gagal Sepakat di 50 Pilkada

Bagikan

JAKARTA – Upaya maksimal telah dilakukan tim bersama penjaringan calon kepala daerah dari dua kubu Partai Golongan Karya (Golkar). Dengan waktu yang mepet, tim gabungan yang disebut Tim 10 itu hanya mampu menyepakati pencalonan bersama di 219 daerah. Partai Golkar juga memastikan terancam tercoret pencalonannya di 50 kabupaten/kota tersisa jika dua kubu Partai Golkar di daerah tidak menyepakati satu nama untuk diajukan.

Kepastian kesepakatan masing-masing satu pasangan calon di 219 daerah disampaikan Tim 10 dalam keterangan pers di Jakarta kemarin (28/7). Tim yang merupakan gabungan kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono itu menyatakan, jumlah tersebut adalah kesepakatan maksimal hingga pertemuan terakhir Tim 10 pada Senin dini hari (27/7).

“Kami sudah bekerja empat hari siang malam,” kata Yoris Raweyai, ketua Tim 5 dari kubu Agung.
Menurut Yoris, penyusunan penetapan calon kepala daerah dari Partai Golkar didasarkan atas skala prioritas. Sejak pertemuan pertama, dua kubu berusaha membagi kemampuan Partai Golkar. Kekuatan mayoritas di daerah didahulukan sebelum membahas daerah yang partai beringin hanya memiliki suara minoritas.

“Misal, di Jateng, tentu PDIP yang kuat, di Jatim ada PKB. Kami harus realistis dalam menetapkan. Kalau tidak mampu mengusung, cukup jadi pendukung,” ujarnya.

Awalnya, kata Yoris, hanya ada 130 daerah yang disepakati. Sisa daerah yang belum disepakati disurvei sejak H-11 Hari Raya Idul Fitri. Akhirnya, dengan mengedepankan prinsip kesepakatan internal, 219 daerah itulah yang disepakati.

“Senin subuh terpaksa kita hentikan sementara karena kami-kami ini sudah tua,” kata Yoris.
Yoris menyatakan, konferensi pers dilaksanakan demi menghindari simpang siur berita acara. Kesepakatan yang diambil Tim 10 merupakan kesepakatan yang sah.

“Di daerah saya mendengar ada dua, bahkan tiga berita acara. Kami minta kader daerah jangan bingung, bimbang, atau ragu. Kesepakatan ini akan disampaikan secara utuh ke KPU,” ujarnya.

Anggota Tim 5 dari kubu Ical, Nurdin Halid, menambahkan bahwa dari 50 daerah yang belum dibahas, tujuh di antaranya dipastikan tidak memiliki wakil dari Partai Golkar. Nurdin menyebut ada 4 wilayah di Jawa Tengah, 1 wilayah di Jawa Timur, 1 di Daerah Istimewa Jogjakarta, dan 2 di Lampung yang dipastikan tidak akan diisi calon dari Partai Golkar.

“Semuanya di level kabupaten/kota,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, 43 daerah di antaranya tidak bisa dibahas karena waktunya tidak cukup. Karena itu, 43 daerah tersebut dibebaskan untuk mencalonkan kepala daerah. Nurdin optimistis tidak semua daerah akan tercoret karena pencalonan dua kubu Partai Golkar berbeda.

“Bisa saja nama calonnya sama. Kalau sama, pasti diterima KPU,” ujarnya.

Nurdin mengingatkan, khusus untuk 219 daerah yang sudah disepakati Tim 10, datanya akan disampaikan ke KPU RI. Jika terdapat perbedaan pencalonan yang diterima KPU di antara 219 daerah itu, Nurdin meminta KPU untuk mencoretnya.

“Kesepakatan yang sah adalah keputusan Tim 10 yang ditandatangani Pak Yoris dan Pak M.S. Hidayat. Jika ada rekomendasi lain di 219 daerah itu, harus ditolak meskipun itu dari Pak Aburizal ataupun Pak Agung,” tandasnya. (bay/byu/c6/fat/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys