Ketik disini

Kriminal

Hore, Dapat Penilaian Baik

Bagikan

MATARAM – Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Mataram, dikunjungi rombongan Ditjend Pemasyarakatan KemenkumHAM pusat, kemarin. Rombongan dipimpin Direktur Bina Pengelolaan Benda Sita Negara dan Barang Rampasan, KemenkumHAM, Mirza Asminan.

Turut hadir, Kasi Pengawasan Barang, KemenkumHAM, Edi Suwardi.

Kunjungan itu sendiri adalah kunjungan rutin yang dilakukan Ditjend Pemasyarakatan.

”Tiap tahun kita lakukan kunjungan untuk memonitoring pelaksanaan tugas yang ada di Rupbasan Mataram,” ujar Mirza, pada Lombok Post, kemarin (28/07).

Mirza, dalam kunjungannya meninjau dan mengawasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja dari Rupbasan Mataram. Dari hasil pemantaunnya, apa yang telah dilakukan Rupbasan dinilai cukup baik. “Kinerjanya sudah cukup baik,” tambahnya.

Dijelaskannya, ada beberapa aspek yang ditinjau pihaknya di Rupbasan Mataram. Diantaranya, aspek regulasi pelimpahan barang negara yang dilimpahkan dari institusi hukum lainnya. Seperti, Kejaksaan dan Kepolisian. Kemudian, pelaksanaan tugas apakah sudah melalui mekanisme atau SOP yang ada.

“Dari aspek tersebut, ini sudah baik,” terangnya.

Namun demikian, hal itu tidak terlepas dari beberapa kekurangan yang mesti diperbaiki dan diharapkan mendapat dukungan dari pihak lain. Misalnya kendala perbatasan. Sebab, pelimpahan barang dari institusi lainnya juga bisa terhambat kalau jarak cukup jauh.

Kendala lainnya, yaitu gudang penyimpanan. Selama ini gudang penyimpanan Rupbasan Mataram masih minim.

“Kita belum memiliki gudang yang banyak,” ujarnya.

Salah satu contoh, seperti gudang tertutup. Ini belum dimiliki oleh Rupbasan. Lebih jauh, Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan Barang Ditjend Pemasyarakatan KemenkumHAM pusat, Edi mengatakan, tugas dari Rupbasan sangat komplek dan unik.

“Tugas kita ini mengamankan dan merawat barang yang masih dalam proses hukum pidana,” katanya.

Lebih jauh, hal itu merupakan tugas dari Rupbasan terkait penegakan hukum dan Hak dari pemilik barang tersebut.

“Inikan barang orang, kita tidak boleh sia-siakan. Jadi kami ini selain menegakkan hukum sekaligus menjaga hak orang (pelaku, atau tersangka),” tandas Edi. (deq/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *