Ketik disini

Headline Sumbawa

KPU Nyatakan MUJUR Tidak Memenuhi Syarat

Bagikan

SUMBAWA – Pasangan Mukhlis-Baijuri (MUJUR) menjadi pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU Kabupaten Sumbawa di hari terakhir pendaftaran, kemarin. Diiringi ratusan simpatisan dan pendukungn, MUJUR berjalan kaki dari Pamantao Daeng menuju kantor KPU membawa berkas pendaftaran. Berada di barisan paling depan para jajaran pengurus partai pengusung.

Salah satunya ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, Burhanuddin Jafar Salam dan sekretaris Lukamnul Hakim. Sedangkan pasangan MUJUR terlihat berada di kerumunan pendukung dan simpatisan. Selain itu ikut mendampingi, ketua DPD I Golkar kubu Agung Laksono (AL), Drs. A. Rahman Alamudi dan sekeretaris Agus Salim. Sesuai berkas yang diserahkan ke KPU, pasangan MUJUR mendaftar diusung PAN dengan lima kursi dan Golkar kubu ke KPU total 6 kursi di Sumbawa.

Ketua tim koalisi pasangan MUJUR, Drs. A. Rahman Alamudy, SH, M.SI dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan mengusung pasangan MUJUR. Termasuk pihak KPU yang telah memeberikan sambutan luar biasa keitak pasangan MUJUR dan tim datang ke KPU menyerahkan berkas.

Pada kesempatan itu, politisi gaek Golkar yang akrab disapa Abi Mang itu mengajak semua pihak untuk tidak ragu memberikan kepercayaan kepada pasangan MUJUR menjadi pemimpin Sumbawa lima tahun ke depan. Terlebih dengan kombinasi pasangan MUJUR yang low profile bergandeng dengan sosok yang berani dan tegas yang dimiliki Baijuri.

a�?Jadi masyarakat tidak salah pilih apabila memilih MUJUR. Percayalah PAN dan Golkar sebagai dua partai besar tidak mungkin menjatuhkan pilihan kepada pasangan yang salah. MUJUR adalah pasangan yang akan membawa perubahan bagi Kabupaten Sumbawa secara menyeluruh ke depannya,a�? katanya Abi Mang.

Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag dalam sambutan penerimaannya memberikan apresiasi kepada pasangan MUJUR dan seluruh tim termasuk para ketua partai politik pengusung yang telah mendampingi dalam proses pendaftaran.

Hanya saja menurut Syukri setelah dilakukan penelitian tentang persyaratan normatif yang wajib dipenuhi untuk menjadi salah satu kontestan, sesuai aturan yang ada KPU tidak bisa menerima berkas pendaftaran MUJUR. Karena di dalam berkas pendaftaran yang diterima KPU, MUJUR diusung PAN dan Golkar kubu AL yang notabe masih memeliki dua kepengurusan di pusat.

Dijelaskan, sesuai PKPU nomor 12 tahun 2015 untuk partai yang mempunyai kepengurusan ganda dan belum memiliki keputusan hukum tetap, dapat mengajukan pasangan calon. Namun pasangan calon yang diusung adalah pasangan yang sama meskipun dari dua kubu yang berbeda. Sedangkan sesuai berkas yang diajukan MUJUR, khusus untuk SK DPP Golkar hanya melampirkan SK dari kubu AL.

a�?Sesuai PKPU 12 tahun 2015, kami tidak bisa menerima karena tidak ada SK dari kubu ARB. Sama seperti yang diajukan pasangan JIWA, mereka melampirkan SK DPP Golkar kubu ARB saja tanpa AL. Kami juga tidak menerimanya sebagai partai pengusung, hanya partai pendukung. Begitu juga di kubu Saat-Jaya dan Husni-Mo. PPP di kedua pasangan tersebut hanya sebagai partai pendukung,a�? kata Syukri kepada wartawan, kemarin.

Dia berharpa semua pihak dapat memahami aturan yang ada. Sehingga apapun keputusan yang dihasilkan KPU dapat diterima karena semuanya berdasarkan aturan hukum dan konstitusi yang ada. Di bagian lain Syukri juga menyampaikan pesan Pilkada seperti yang disampaikan kepada pasangan calon lainnya saat mendaftar ke KPU. Dia berharap semua pihak ikut menciptakan Pilkada yang Jurdil dan Luber sesuai yang telah diatur dalam konstitusi. Dia mengajak semua pihak termasuk pasangan calon beserta pendukung dan simpatisannya untuk menyatukan komitmen menciptakan Pilkada Sumbawa yang sukses, aman dan dan berkualitas. Karena di satu sisi dia mengakui, KPU sebagai penyelenggara juga telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, setara, dan seadil-adilnya kepada seluruh pasangan calon. Karena diakui siapapun yang menjadi bupati dan wakil bupati Sumbawa ke depan sudah tercatat dan ditetapkan Allah SWT. Hanya saja untuk mewujudkannya melalui proses dan ikhtiar dalam menjemput takdir tersebut. (aen/r9)

Komentar

Komentar