Ketik disini

Sumbawa

Panwaslu Akan Panggil Sejumlah Oknum PNS

Bagikan

TALIWANG a�� Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumbawa Barat mulai menunjukkan taringnya. Lembaga pengawas ini akan memanggil sejumlah oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga terlibat dalam deklarasi dan pendaftaran pasangan calon yang dibuka KPU sejak tanggal 26 sampai 28 Juli, kemarin.

Komisioner Panwaslu Sumbawa Barat, Latifa kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya akan segera menindak tegas oknum PNS yang ikut dalam deklarasi dan pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati KSB. Komisioner perempuan ini menegaskan, sesuai aturan kepegawaian, PNS wajib bersikap netral dan dilarang keras terlibat dalam politik praktis.

Seharusnya, PNS mengetahui akan hal itu, namun kenyataan dilapangan, Panwaslu banyak menemukan PNS bahkan dengan seragam lengkap berada ditengah kerumunan massa yang mengantarkan pasangan calon mendaftar ke KPU. a�?a��Sesuai aturan yang berlaku, PNS itu harus netral. Hal ini agar tidak ada penyalahgunaan wewenang atau jabatan mereka sebagai abdi negara. Tapi dilapangan, Panwaslu malah menemukan banyak PNS yang terlibat saat pendaftaran salah satu pasangan calon,a��a�� tegasnya.

Panwaslu sudah mencatat dan mengindentifikasi oknum PNS tersebut, termasuk dari dinas dan instansi mana mereka bertugas. Dalam waktu dekat, Latifa menegaskan akan segera melayangkan surat panggilan terhadap oknum-oknum itu. a�?a��Surat penggilannya untuk mereka ini sedang kita siapkan. Mereka akan diminta klarifikasi terkait keberadaan mereka dalam proses pendaftaran pasangan calon itu,a��a�� tandasnya.

Sebagai lembaga pengawas, sikap yang ditunjukkan oknum PNS ini sangat disayangkan. Mereka seakan mengabaikan aturan tentang bagaiman disiplin PNS tersebut. Sementara disisi lain, para PNS ini memahami bagaimana posisi mereka sebenarnya. a�?a��Sosialisasi yang kita laksanakan selama ini juga banyak menyinggung agar PNS tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. Tapi kenyataan dilapangan, banyak PNS yang sengaja melakukan pelanggaran. Hal ini tentu sangat disayangkan,a��a�� paparnya.

Sejumlah PNS Pemda KSB memang banyak terlihat saat proses pendaftaran pasangan calon bupati yang dibuka selama tiga hari terakhir. Namun rata-rata diantara mereka mengaku, kehadirannya disekitar lokasi dan kantor KPU itu lebih karena ini melihat langsung sejauh mana proses demokrasi yang terjadi di KSB untuk lima tahun kedepan. a�?a��Kami hadir bukan untuk mendukung resmi. Kami hanya sekedar melihat saja, karena bagaimanapun, calon yang mendaftar itu adalah calon pemimpin KSB lima tahun kedepan. Sebagai PNS tentu kami ingin melihat seperti apa prosesi Pilkada yang dilaksanakan calon pemimpin ini,a��a�� ujar sejumlah PNS yang meminta namanya tidak disebutkan.(far/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *