Ketik disini

Headline Praya

Pasangan JADI Pendaftar Terakhir

Bagikan

PRAYA – Pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati HL Wiratmaja-Badrun Nadianto atau paket JADI secara resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah. Pasangan JADI itu pun, merupakan pendaftar terakhir setelah lima calon lainnya, mendaftar pada Minggu-Senin, kemarin (28/7).

Total balon bupati dan wakil bupati yang mendaftar sebanyak enam pasangan. Penentuan siapa pasangan yang mendapatkan tiket untuk bertarung dalam pilkada tahun ini, akan ditentukan pada 24 Agustus mendatang. “Secara resmi pendaftaran dinyatakan ditutup, terhitung pukul 16.00 Wita Selasa kemarin (28/7),” kata Ketua KPU Loteng Ary Wahyudi, kemarin (28/7).

Di hadapan paket JADI dan ribuan masa pendukung, Ary mengatakan seluruh syarat dukungan dan dokumen yang dilayangkan ke KPU untuk sementara memenuhi syarat. Jika ada kekurangan, pihaknya meminta agar calon bersangkutan secepatnya melayangkan dokumen yang dimaksud, khususnya fotokopi KTP atau identitas lainnya.

Selanjutnya, kata Ary, paket bersangkutan melaksanakan tahapan berikutnya yaitu pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan Rabu (hari ini) pukul 07.30 Wita di RSUP NTB. Agar terarah, Ary menyatakan menugaskan dua pegawai KPU untuk mendampingi paket JADI. Tujuannya, mempermudah mereka melalui berbagai tahapan pemeriksaan kesehatan, dari organ tubuh, narkoba hingga terakhir tes kejiwaan yang dilaksanakan di RSJ Selagalas.

“Dalam setiap kesempatan, saya tetap menekankan bahwa, kami sebagai penyelenggara pemilu tetap mengedepankan asas tranparansi dan akuntabilitas,” kata mantan aktivis HMI tersebut.

Dalam penjelasan komisioner KPU itu, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pencetus berdirinya aturan calon independen HL Ranggalawe mengajukan interupsi. Dia mempertanyakan dasar hukum terakhir yang digunakan penyelenggara pemilu. “Kalau pun ada aturan terbaru, kami minta KPU tetap menjunjung tinggi norma hukum tersebut. Jangan sampai melanggar,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta agar KPU memperhatikan gejolak dualisme kepemimpinan Golkar dan PPP. Sehingga, KPU harus mencoret dua partai politik (parpol) yang dimaksud. “Kenapa saya menanyakan ini, karena saya mengikuti perkembangan politik. Dimana, dua parpol itu melakukan dukungan kepada beberapa pasangan balon bupati dan wakil bupati,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ary mengatakan bahwa KPU menggunakan PKPU Nomor 12 Tahun 2015 tentang perubahan PKPU Nomor 9 Tahun 2015. “Kami berterima kasih atas penerimaan yang baik dari KPU, yang jelas kami punya kartu AS dalam permainan politik ini,” cetus balon wakil bupati Badrun Nadianto.

Senada dikatakan HL Wiratmaja atau akrab disapa Mamiq Ngoh. Dikatakan, terhadap kekurangan syarat dukungan dan dokumen lainnya, tim sukses dan tim relawan telah menyiapkan cadangan fotokopy KTP sebanyak 70 ribu lebih. “Prinsipnya, kami yakin lolos dalam pilkada ini dan memenangkannya,” kata mantan Bupati Loteng periode 2005-2010.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *