Ketik disini

Giri Menang

Desa Baru Buat Proposal Sekarang

Bagikan

GIRI MENANG – Dana desa di Lombok Barat termasuk terlambat bila dibandingkan desa lainnya. Terganjal penandatanganan pucuk pimpinan daerah, menjadikan pencairan dana desa terhambat. Hingga kini tak satupun desa di Gumi Patut Patuh Patju yang telah mencairkan dana desanya.

Berdasarkan aturan dana desa tahap pertama 2015 bisa cair pada April lalu sebesar 40 persen. Dana inilah yang baru bisa dicairkan pada semester II tahun ini. a�?Perkirannya memang baru bisa cair pada semester dua,a�? kata Ketua AKAD Lobar Kamarudin pada Lombok Post kemarin (29/7).

Ia menjelaskan seluruh kepala desa di Lobar baru mulai tahapannya sekarang. Sebab, seluruh kepala desa di Lobar baru dikumpulkan mulai minggu lalu untuk membicarakan mengenai tindak lanjut pencairan dana desa.

a�?Karena plt Bupati Lobar sudah ada sehingga sekarang sudah ditandatangani berkas pengajuan dana desa tersebut,a�? ujar Kamaruddin. a�?Kemarin, memang kendalanya tidak ada yang menandatangani peraturan bupati untuk pengajuan dana desa itu,a�? jelasnya.

Kamarudin menjelaskan, dana desa tahap pertama yang diterima Kabupaten Lombok Barat sebanyak Rp 37,8 miliar untuk 119 desa. a�?Dana ini baru 40 persen dari total dana desa yang didapatkan,a�? ujarnya.

Dalam informasi yang didapatkan AKAD, satu desa akan mendapatkan satu miliar. Sebanya 90 persen dana desa ini akan diserahkan langsung pada 119 desa. a�?Sisanya yang 10 persen pembagian secara proposional sesuai dengan kebutuhan mendesak yang ada di desa,a�? katanya.

Sejauh ini, tahapan yang dimulai sejak minggu lalu, kepala desa telah melakukan sosialisasi di semua desanya kepada masyarakat. Ia menerangkan seharusnya sekarang ini sudah masuk tahap kedua pembayaran tahun 2015. Tapi desa di Lobar baru memulainya sekarang.

Polanya harus melalui pembuatan proposal terlebih dahulu. Sehingga kuncinya kata Kamaruddin, berada di setiap kepala desa. a�?Mana yang duluan pengajuan proposalnya, maka akan bisa ditransfer langsung ke rekening desa,a�? tandasnya. (nur/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *