Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Golkar AL Terancam Dipolisikan

Bagikan

BIMA – Nampaknya Golkar kubu Agung Laksono belum bisa lega, meski sudah berdamai dengan Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB). Pimpinan Golkar AL Wahyudin akan menghadapi masalah baru.

Golkar hasil munas Ancol itu akan dilaporkan ke Polisi, terkait dugaan penipuan terhadap Ahmad Abbas.

Untuk diketahui, Wahyudin dan Ahmad Abbas merupakan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bima. Mereka bahkan sempat mendaftar ke KPU, tapi ditolak. Lantaran pasangan tersebut hanya mengantongi SK Golkar kubu AL.

Karena ditolak KPU, Wahyudin pun banting stir dan memberikan dukungan kepada pasangan IDP-Dahlan. Sementara pasangan sebelumnya, Ahmad Abbas dibiarkan begitu saja.

Kondisi ini membuat Wahyudin terancam dilaporkan ke Polisi. Terlebih munculnya SK pengusungan figur pasangan lain. Yakni, paket IDP-Dahlan sebagai Cabup dan Cawabup yang diusung Golkar ARB.

“Kenapa bisa lahir SK pengusungan baru untuk paket lain. Sementara SK dukungan terhadap mereka belum dibatalkan,” tanya H Ahmad Abbas saat dikonfirmasi Radar Tambora, kemarin (29/7).

Ironisnya, SK baru untuk pasangan IDP-Dahlan tersebut tiba-tiba muncul dalam waktu yang sangat singkat. Yakni, diterbitkan sesaat setelah pendaftaran H Ahmad-Wahyudin ditolak KPU. Munculnya SK instan itu kata dia, patut dipertanyakan.

“Masa sih SK bisa diterbitkan hanya dalam waktu beberapa menit saja. Tanpa pertimbangan dan kebijakan lain dari DPP,” ujarnya, heran.

Dia menduga ada indikasi kecurangan yang dimainkan Golkar AL terhadapnya. Menurut dia, hal tersebut tidak luput dari permainan pengurus Golkar AL mulai dari tingkat bawah.

Terkait hal itu, dia akan melaporkan Wahyudin SAg selaku Ketua DPD Golkar AL Kabupaten Bima. Dengan dugaan penipuan. “Saya merasa dizolimi oleh Golkar AL,” akunya.

Tidak hanya itu, dia juga akan menggugat KPU Kabupaten Bima. Jika dalam proses penerimaan pendaftaran Cabup dan Cawabup terindikasi adanya penyimpangan. Seperti, proses pendaftaran yang dibuka melewati batas waktu yang telah ditentukan.

“Pendaftaran di KPU dijadwalkan sampai Pukul 16.00 Wita. Tapi proses pendaftaran pada 28 Juli itu berlangsung hingga malam,” sorotnya.

Di samping itu, disinyalir ada perlakuan khusus dari KPU terhadap paket tertentu. Terutama yang berkaitan dengan kelengkapan administrasi pendaftaran bakal calon.

“Paket lain harus menyetor berkas asli dan ditandatangan basah. Sementara paket IDP-Dahlan, hanya copyan SK Golkar AL yang dilampirkan. Tapi tetap diterima KPU,” sentil pria asal Desa Talabiu Kecamatan Woha ini.

Untuk memastikan persoalan itu, pihaknya akan mengkroscek ke KPU. Jika terindikasi adanya kecurangan, dia mengancam akan menggunggat KPU.

“Kalau saja indikasi ini benar, maka KPU akan saya gugat,” ancamnya.

Menanggapi ancaman tersebut Ketua DPD Golkar kubu AL Kabupaten Bima, Wahyudin SAg mengaku tidak gentar. Malah dia mengaku siap menghadapi proses hukum. Apabila masalah itu benar-benar dilaporkan oleh H Ahmad Abbas. “Kita tidak takut. Ada soal, ada jawaban,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya tidak pernah menghianati siapapun. Apalagi melakukan penipuan. Sebab, pihaknya telah memenuhi kewajiban untuk mengusung paket yang disepakati dalam koalisi.

Hanya saja kata dia, pendaftaran itu ditolak KPU. “Saya anggap setelah penolakan itu, maka secara otomatis koalisi berakhir. Apa gunanya melanjutkan koalisi, sementara tidak bisa mengajukan paket calon,” tuturnya.

Pasca ditolaknya paket H Ahmad Abbas-Wahyudin, pihaknya langsung mencari posisi aman agar tetap mengikuti Pemilukada. Dengan bergabung dan memperkuat barisan ARB dan beberapa partai koalisi lain.

“Tujuan saya hanya satu. Yakni, melibatkan Golkar Al secara aktif dalam penyelenggaraan Pemilukada,” pungkasnya. (mch/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *