Ketik disini

Politika

Incumbent Dompu Tidak Hadir Tes Kesehatan

Bagikan

MATARAM – Sebanyak lima pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati direncanakan mengikuti pemeriksaan kesehatan hari ke-3 di RSUP NTB, kemarin (29/7). Seluruhnya berasal dari Pulau Sumbawa. Pelayanan very important person (VIP) diterapkan RSUP kepada bakal calon bupati dan wakil bupati.

a�?Memang jadwal hari ini (kemarin), akan dilakukan pemeriksaan kepada 5 pasangan bakal calon, tapi yang datang cuma 4 pasang bakal calon,a�? ujar ketua KPU Provinsi NTB Lalu Aksar Ansori ketika dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (29/7).

Dari informasi yang didapatkan Lombok Post, bakal calon yang tidak datang adalah incumbent Bupati Dompu dikarenakan tidak mendapatkan pesawat. Dengan demikian, H Bambang M Yasin yang berpasangan dengan Arifuddin tidak dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan.

a�?Kita masih punya waktu yang cukup panjang, hingga 1 Agustus nanti, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ini. Jadi nanti pasti akan dilakukan penjadwalan ulang oleh tim dokter dari RSUP NTB,a�? terang Aksar.

Sebanyak dua pasang bakal calon dari Kabupaten Bima yaitu H Syafruddin dan H Maskur, serta Abdul Hair dan H Abdul Hamid. Dua pasangan calon lainnya yaitu Mulyadin dan Kurniawan Ahmadi dari Kabupaten Dompu, serta H Mala Rahman dan Iwan Panjidinata dari Kabupaten Sumbawa.

Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan ini, RSUP berupaya untuk melakukan pelayanan yang terbaik. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan RSUP NTB, menerapkan standar pelayanan VIP.

a�?Sudah jelas itu. Pasti kita terapkan perlakuan istimewa, dengan standar VIP, bagi pasangan bakal calon yang melakukan pemeriksaan kesehatan di sini,a�? kata Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB Agus Rusdhy Hariawan kepada Lombok Post, kemarin (29/7).

Menurutnya, pelayanan VIP yang dilakukan agar mendapatkan hasil yang terbaik. Selain itu, bakal calon yang melakukan pemeriksaan mendapatkan kenyaman dan ketenangan selama mengikuti proses pemeriksaan kesehatan.

a�?Selama dilakukan tes, peserta tentunya membutuhkan suasana yang kondusif,a�? ujarnya.

Agus mengungkapkan, di lantai II instalasi gawat darurat (IGD) yang merupakan pusat pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah, terdapat ruangan-ruangan khusus. Oleh RSUP NTB, ruangan ini diperuntukkan untuk pasangan calon beristirahat.

Di ruangan itu, terdapat ruangan untuk tempat pasangan calon istirahat dan menunggu. Jika ingin beribadah, bisa juga dilakukan di ruangan tesebut. Makan pun dilakukan di ruangan itu.

a�?Setiap pasangan calon punya ruang-ruang sendiri, jadi tidak kami campur antara pasangan calon yang satu dengan yang lainnya,a�? jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, selama dilakukan pemeriksaan kesehatan ini, antar pasangan calon diusahakan untuk tidak saling bertemu. Saling bertatap muka atau berpapasan di lorong IGD, diminimalisir oleh pihak RSUP NTB. Tidak boleh dua calon berada dalam satu ruangan pemeriksaan, sekalipun itu merupakan pasangan calonnnya.

Sehingga, menjadi tugas dari pendamping bakal calon, untuk selalu siap siaga memantau situasi.

a�?Jika ada calon A yang baru selesai pemeriksaan dan hendak keluar, maka saya akan memastikan bahwa tidak ada calon lain yang sedang berada di lorong dan luar ruangan. Jika ada satu saja calon lain yang sedang berada di luar ruangan, maka calon A ini akan saya tahan dulu di ruangan, hingga calon yang lain itu masuk ruangan, baru setelah itu kita boleh keluar,a�? jelas salah satu pendamping yang enggan namanya dikorankan ini.

Wakil Direktur Pelayanan Agus Rusdhy Hariawan membenarkan hal tersebut. Prosedur yang dijalankan merupakan bentuk pelayanan prima dari pihak RSUP NTB. Tanpa harus mengurangi faktor kenyamanan untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati.
a�?Memang seperti itu layanan VIP, kita minimalisir kontak antara calon satu dengan yang lainnya. Demi kenyamanan dan konsentrasi selama melakukan pemeriksaan kesehatan ini,a�? jelas Agus

Sementara itu, Iwan Panjidinata sebagai calon wakil bupati Sumbawa Barat, berpasangan dengan H Mala Rahman mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan ini cukup melelahkan. Dibutuhkan fisik dan mental yang kuat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

a�?Memang ini proses yang panjang, tadi sedikit mengalami keterlambatan karena faktor kelelahan,a�? ungkap Iwan kepada Lombok Post usai melakukan rontgen di IGD, RSUP NTB, kemarin.

Menurutnya, soal dari psikotest yang sangat menguras energi. Karena lelah, ia tadi sempat berhenti selama 30 menit dan beristirahat ketika proses psikotest. Oleh tim dokter, proses psikotes diulang kembali dari awal.

a�?Karena harus ulang dari awal itu yang menyebabkan keterlambatan,a�? katanya.

Namun demikian, ia percaya diri akan mendapatkan hasil yang baik. Mendapat surat rekomendasi kesehatan yang baik dari RSUP NTB menjadi harapannya dan pasangannya, Mala Rahman.

a�?Semua berjalan bagus, Insya Allah sesuai dengan harapan kami,a�? pungkasnya.(cr-dit/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *