Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Investasi Asing di Gili Meningkat

Bagikan

MATARAM – Minat investor menanamkan modal di pulau-pulau kecil di NTB terus meningkat. Salah satunya di Gili Gede di Lombok Barat. Sejumlah investor berencana menanamkan modal di bidang pariwisata di pulau kecil tersebut.

a�?Kami sudah memiliki master plan. Di Gili Gede ini ada beberapa fasilitas seperti resort, apartemen, dermaga yacht, hotel, pengisian bahan bakar hinga perbaikan kapal dan lainnya yang akan dibangun,a�? terang Direktur Operasional PT Marina Del Ray Lombok Lalu Rujita pada sejumlah wartawan, kemarin(29/7).

Dipilihnya Gili Gede, lanjutnya, karena iklim di Indonesia khususnya NTB sangat bagus. Dibandingkan dengan Australia, Marina yang sudah dibangun hanya bisa beroperasi selama enam bulan saja. Tidak hanya itu, Selat Lombok pun menjadi salah satu rute yang sering dilewati oleh kapal-kapal berkecepatan jet.

a�?Ketika melewati Selat Lombok tentu bahan bakar kapal berkurang, ini menjadi keluhan mereka juga dan mengharapkan ada semacam tempat pengisian bahan bakar di sini,a�? paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, Gili Gede akan menjadi tempat yang sangat eksklusif. Pasalnya, konsep pembangunannya tidak akan merusak ekosistem alam sekitar, karena hanya menggunakan lahan seluas 6 hektare.

a�?Salah satunya konstruksi dermaga kapal dibuat terapung, yang hanya bisa dilalui pejalan kaki saja,a�? imbuhnya.

Dikatakan, pembangunan investasi senilai Rp 1 triliun ini tentu akan membawa efek yang luas. Selain tetap terjaganya ekosistem, tenaga kerja yang terserap bisa mencapai lebih dari lima ribu orang. Apalagi ada fasilitas khusus akan diberikan bagi warga setempat untuk meningkatkan keterampilan. Bahkan, pihaknya telah memiliki master plan pembangunan cool storage untuk penyimpanan dan pengolahan ikan.

a�?Tenaga kerja yang akan kami pakai 60 persen dari daerah sekitar, mereka akan diberi keterampilan lebih mendalam, terutama bahasa, manajemen pengelolaan keuangan karena sudah ada 3 perusahaan besar akan siap menampung hasil ikan kita,a�? papar Rujita.

Dari gambaran ini, maka tidak menutup kemungkinan akan berimbas pula pada sumber pendapatan daerah NTB. Dari hasil survei ekonomi yang telah dilakukan, akan ada sekitar Rp 286 miliar akan masuk tiap tahunnya.

a�?Artinya ada 7 persen peningkatan pergerakan PDB (produk domestik bruto, red) atauA� 300 juta USD,a�? terangnya.

Namun, rencana peletakan batu pertama yang akan diadakan 19 Agustus mendatang masih terkendala perizinan. Pihaknya masih menunggu turunnya perizinan terminal khusus dari Kementerian Perhubungan.

a�?Sekitar 22 izin sudah dikantongi, menunggu satu izin lagi dari Kementerian Perhubungan saja, semoga lekas turun sebelum hari H,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *