Ketik disini

Sumbawa

KPU Tegaskan Hanya Tiga Paslon yang Lolos

Bagikan

SUMBAWA – KPU Kabupaten Sumbawa menegaskan dari empat pasangan yang mendaftar sebagai bakal calon untuk Pilkada Sumbawa Desember mendatang, hanya tiga pasangan yang diterima. Tiga pasangan tersebut yakni Pasangan Saat-Jaya, Husni-Mo dan pasangan Jack Morsa-H. Irwan (JIWA). Sedangkan satu Paslon lainnya yakni Mokhlis-Baijuri (MUJUR) dipastikan berkasnya tidak memenuhi syarat dan tidak lolos untuk mengikuti tes kesehatan.

“Dari empat Paslon yang mendaftar hanya tiga yang lolos dan kemudian diberikan pengantar untuk mengikuti tes kesehatan,” kata komisioner KPU Kabupaten Sumbawa divisi sosialisasi dan pendidikan pemilih, Ariati kepada Radar Sumbawa, kemarin.

Penegasan itu disampaikan KPU untuk menjawab kesimpang siuran informasi yang beredar di tengah masyarakat saat ini. Khususnya terkait paket MUJUR yang oleh sebagian kelompok masyarakat diyakini lolos dan bahkan mengikuti tes kesehatan di RSU Kota Mataram, kemarin.

“Sesuai aturan yang ada, sekali lagi kami tegaskan MUJUR tidak memenuhi syarat pencalonan hingga batas akhir pendaftaran yakni pukul 04.00 Wita pada 28 Juli lalu. Dan yang mengikuti tes kesehatan hanya tiga Paslon. Tidak ada surat pengantar yang dikeluarkan KPU kepada Paslon MUJUR untuk mengikuti tes kesehatan,” tegasnya.

Dijelaskan, ada tiga persyaratan pokok pencalonan yang harus dipenuhi apabila ingin lolos dan kemudian mengikuti tes kesehatan. Antara lain harus mengantongi minimal 20 persen atau 9 kursi di DPRD Sumbawa hasil Pileg 9 April lalu. Selain itu Paslon yang mendaftar juga wajib mengantongi SK dari DPP partai pengusung tentang persetujuan pencalonan. Khusus untuk partai yang saat ini mempunyai dua kubu di pusat, Paslon yang diusung di daerah wajib mengantongi SK dari kedua kubu. Selain itu Paslon juga wajib mengantongi surat kepengurusan dari DPP tentang kepengurusan partai bersangkutan di daerah. Khusus untuk partai yang di pusat masih dua kubu, maka di daerah Paslon wajib mengantongi kepengurusan dari kedua kubuh dan ditanda tangani oleh ketua dan sekretaris.

“Persyaratan itulah yang tidak bisa dipenuhi Paslon MUJUR. Karena selain PAN dengan 5 kursi, Paslon bersangkutan diusung Golkar yang di pusat ada dua kubu, maka wajib mengantongi SK dari kedua kubu. Namun yang diserahkan ke kami hanya SK DPP dari kubu Agung Laksono. Tidak ada dari kubu ARB. Makanya tidak kami terima,” katanya.

Di bagian lain dia juga membantah adanya toleransi waktu yang diberikan KPU kepada pasangan calon tertentu menunggu kelengkapan berkas yang menjadi syarat pokok pencalonan. Termasuk kepada Paslon MUJUR seperti informasi yang berkembang di masyarakat pasca KPU menutup pendaftaran secara resmi Rabu 28 Juli lalu.
Hanya saja, KPU tetap akan menerima apabila ada berkas tambahan yang diberikan setiap Paslon. Termasuk Paslon MUJUR. Namun apabila penyerahan berkas itu berkaitan dengan syarat pokok pencalonan yakni tiga hal pokok yang telah diatur dalam peraturan KPU, maka Paslon tersebut tetap tidak bisa lolos. KPU hanya akan membuat berita acara penerimaan berkas tersebut. Namun itu merupakan bagian yang berbeda. Karena waktu perndaftaran telah ditutup secara resmi sesuai dengan waktu dan jadwal yang telah ditetapkan.

“Semoga masyarakat dan semua pihak terkait lainnya bisa memahami mekanisme dan aturan yang ada,” katanya. (aen/R9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *