Ketik disini

Kriminal

Masih Jalan di Tempat

Bagikan

MATARAM – Kasus pembebasan lahan Transmigrasi di Desa Jeringo, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur masih jalan di tempat. Hingga kini Tim Penyidik Polda NTB masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

“Yang lainnya sudah rampung, tapi kita masih mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi saksi,” kata Dir Ditkrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetijo Utomo, selasa.

Ia mengungkapkan, pihaknya masih belum bisa melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Tinggi NTB. Masih terkendala pemeriksaan tambahan.
Sebelumnya, tim penyidik telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tersebut. Diantaranya, RA selaku KPA, H mantan anggota legislatif, AKN seorang Kepala Dinas, dan AKM mantan pejabat desa.

Penetapan tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian menerima hasil audit tim BPKP, terkait nilai kerugian negara dari proyek lahan transmigrasi tersebut. Kemudian Ditreskrimsus Polda NTB melakukan gelar perkara pada 30 Juni lalu. Sehingga ditemukan nama empat orang tersebut, yang diduga turut serta melakukan tindak pidana.

Awalnya 45 hektar lahan yang disediakan, diperuntukkan kepada 34 warga penerima bantuan yang akan dibebaskan lahannya. Dan dari hasil audit tim BPKP, ditemukan kerugian hingga menyentuh angka Rp 300 juta rupiah.

Kemudian kasus tersebut dilaporkan setelah setelah ditemukan empat nama yang tercantum dalam daftar penerima bantuan diduga fiktif. Dan setelah dilakukan penyelidikkan lapangan, tetnyata dugaan tersebut benar adanya.

Akibat kasus yang dianggarkan pada tahun 2012 tersebut, kini keempat tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1. Dan pasal 3 juncto pasal 18 Undang Undang nomor 31 tahu 1999 tentang tindak pidan korupsi. (cr-van)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *