Ketik disini

Tanjung

PDAM Berang Disebut Tak Sehat

Bagikan

TANJUNG – Keraguan yang disampaikan kalangan DPRD Lombok Utara terhadap sumber pendanaan PDAM Tanjung ditanggapi Direktur Utama (Dirut) PDAM Tanjung, Suhaily. Keuangan PDAM dipastikan sehat, dan sekaligus mementahkan tudingan DPRD Lombok Utara.

Kepada wartawan, Suhaily menegaskan, sumber dana yang digunakan membiayai kerja sama dengan Unram untuk studi pemasangan jaringan pipa bawah laut sudah jelas dan sesuai.Dana berasal dari internal PDAM dan sudah masuk dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015.

Untuk membiayai kajian dengan Unram tersebut, dia memastikan anggarannya tak termasuk dalam pernyertaan modal yang diminta dari Pemkab Lombok Utara. Sehingga meskipun dewan belum menyetujui penyertaan modal tersebut, badan usaha milik daerah ini masih bisa berjalan.

Terkait penilaian dewan yang menganggap PDAM tidak pernah terbuka terhadap pelaksanaan audit, Suhaily menegaskan sejak tahun buku 2013, PDAM Tanjung sudah diaudit melalui akuntan publik untuk laporan keuangan dan diaudit pula oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk kinerja.

a�?Dan hasil audit BPKP terhadap PDAM tahun 2014 berhasil mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Jadi dari sisi apa PDAM dikatakan tidak sehat,a�? tandasnya.

Suhaily juga memastikan tidak ada peran inspektorat yang menjembatani kegiatan terkait dengan pelaporan dan pemeriksaan neraca perusahaan karena laporan keuangan dan kinerja PDAM sudah diaudit akuntan publik serta BPKP. a�?Setiap tahun BPKP mengaudit PDAM tanpa diminta dulu,a�? cetusnya.

Lebih lanjut, Suhaily mengatakan untuk program pengembangan jaringan pipa PDAM telah ada kesepakatan antara instansi terkait dengan program penyediaan air bersih seperti dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) yang akan menyasar masalah pembangunan instalasi sumber untuk produksi air dan pemasangan pipa tranmisi.

Selanjutnya, bersama satuan kerja (Satker) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum NTB, yang menangani pengadaan dan pemasangan pipa distribusi dan pembangunan jaringan resevoir. Kemudian PDAM Tanjung juga akan bekerja sama dengan Dinas PU Lombok Utara dan Dinas PU Provinsi NTB seksi air bersih dan PDAM Tanjung akan menangani pengadaan dan pemasangan pipa tersier.

a�?Sambungan Rumah yang dilayani PDAM biayanya Rp 1,1 juta, ini jauh lebih murah daripada yang diterapkan PDAM Menang,a�? tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas PDAM Tanjung H Parthu mengatakan selama ini PDAM Tanjung menunjukkan perkembangan baik setelah berpisahkan dengan PDAM Menang.

Misalnya saja perkembangan pelanggan ketika berpisah dengan PDAM Menang melonjak. Dari semula hanya 5.200 sambungan rumah, kini telah menjadi 9.628 sambungan rumah. Jumlah ini mencakup 46.340 jiwa.

Ditambahkannya, untuk penerimaan per bulan, saat serah terima dari PDAM Menang ke PDAM Tanjung pendapatan bulanan hanya Rp 247 juta. Namun, kini sudah mencapai Rp 776 juta per bulan. a�?Itu naik 214 persen,a�? cetusnya.
Untuk nilai aset yang dimiliki PDAM Tanjung, ketika baru diserahkan dari PDAM Menang sebesar Rp 5 miliar. Tapi kini nilai aset telah mencapai Rp 15 miliar. Meningkat hingga 197 persen. (puj/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *