Ketik disini

Kriminal

Polisi: Silahkan Saja Dilaporkan

Bagikan

MATARAM – Penghinaan terhadap adat istiadat suku sasak oleh oknum dengan nama akun Facebook a�?Singa Padang Pasira�? menuai kecaman dari banyak pihak. Namun karena belum ada yang melapor, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikkan terkait permasahan yang mengandung SARA tersebut.

Dir Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan sebaiknya ada yang melapor agar mencegah hal hal yang tidak diinginkan . a�?Lebih baik melapor sebelum terjadi gejolak di masyarakat,a�? katanya.

Ia menuturkan, orang yang bertindak sebagai pelapor, sebaiknya benar benar mewakili suku atau organisasi. Prasetijo menambahkan, pihaknya akanA� terus memonitor masalah tersebut

.a�?Tapi tetap kita akan lakukan penyelidikkan mengenai tindak pidana yang terkandung dalam komentar tersebut,a�? ujarnya.

Ia menuturkan, terkait komentar dalam akun tersebut, pengguna akun a�?Singa Padang Pasira�? dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3 Undang undang ITE. a�?Itu ancamannya enam tahun ke atas,a�? sebutnya.

Ia menghimbau kepada para pengguna Media Sosial agar tidak berlebihan dalam memanfaatkan dunia maya. a�?Jangan asal mengeluarkan celotehan di media sosial apalagi berbau SARA,a�? pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pudjiastuti membenarkan hal tersebut. Namun ia menyampaikan belum akan dilakukan pemanggilan terhadap pria tersebut. a�?Kita masih lakukan penyelidikkan, kita tunggu saja hasilnya, jika nanti terbukti ada tindak pidana, pasti akan dipanggil,a�? tandasnya.

Sekadar informasi, dalam postingannya, akun ini menulis beberapa tentang adat Sasak. Terutama perihal menikah adalah suatu yangA� buruk dan berasal dari iblis. Kontan hal ini membuat warga media sosial (medsos), khususnya kalangan suku Sasak berang.

Akun The Ghos Rider, mengatakan lebih baik orang tersebut diusir dari Lombok. Lainnya lagi mengatakan bila bertemu akan dicincang.

Sementara itu, pemilik akun lainnya, yang juga berasal dari Lombok mengatakan, jangan terlalu diambil hati dan jangan cepat terprovokasi.

Dari penelusuran Lombok Post di Medsos Facebook, diketahui akun yang menurut pengakuan sejumlah warga medsos adalah akun abal-abal. Ada juga yang mengaku kalau akun tersebut asli, karena diketahui beralamat di Kediri, namun bukan asli orang Lombok. Ia sendiri sudah meminta maaf dan mengakui kalau khilaf.(cr-van/deq/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *