Ketik disini

Politika

Rosiady dan Mokhlis Bisa Kembali

Bagikan

MATARAM – Dinamika politik yang sangat tinggi di NTB menghadirkan banyak kejutan. Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah digadang-gadang bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, nyatanya, urung mendaftar.

Padahal, tekad mereka sudah bulat. Bahkan rela melepaskan jabatan strategis di lingkup pemerintahan provinsi demi menduduki jabatan orang nomor satu di daerah. Sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, dewi fortuna ternyata masih berpihak pada mereka. Setelah gagal masuk dalam bursa pencalonan Pilkada 2015, jabatan di pemerintahan bisa kembali. Surat pengunduran diri sebagai PNS pun bisa dicabut.

a�?Jika memang batal ikut Pilkada, mereka bisa membatalkan pengunduran dirinya sebagai PNS,a�? kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Suruji kepada Lombok Post, kemarin (29/7).

Diketahui, BKD NTB telah menerima surat pengunduran diri dari dua pejabat di pemprov. Yakni mantan Kepala Dinas Pertanian H Mokhlis dan Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, H Rosiady Sayuti.

H Mokhlis, diketahui, mundur karena berniat maju pada Pilkada Sumbawa dengan pasangannya Baijuri Bulkiyah. Sayangnya, pasangan ini tak mendapat partai yang cukup untuk mendaftar. Sehingga gagal. Sementara Rosiady, memang masih memiliki kesempatan mendaftar pada perpanjangan pendaftaran di KPU Kota Mataram pada 1-3 Agustus bersama pasangannya HMNS Kasdiono.

Terhadap pengunduran diri keduanya, kata Suruji, kini masih dalam proses oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Meski demikian, mereka bisa menarik kembali pengunduran diri tersebut. Terutama setelah memastikan diri batal bertarung di pilkada.

a�?Sejauh ini, SK pengunduran diri keduanya memang belum terbit. Masih proses di BKN,a�? kata Suruji.

Jika memang berniat membatalkan pengunduran dirinya, lanjut Suruji, yang bersangkutan bisa langsung berkomunikasi dengan BKD NTB. Baru selanjutnya, BKD NTB akan berkomunikasi dengan BKN untuk menindaklanjuti permohonan pembatalan tersebut. a�?Saya rasa, BKN justru senang kalau pengunduran diri itu dibatalkan,a�? katanya.

Bahkan, meskipun nanti SK pengunduran diri keduanya sudah terlanjur dikeluarkan. Pembatalan tersebut masih memungkinkan. Meski proses pembatalan tentu akan membutuhkan proses yang lebih panjang.

a�?Kalau SK sudah keluar juga masih bisa dibatalkan. Nanti tinggal lapor kita, kami akan teruskan dengan bersurat ke BKN. Prosesnya lebih panjang karena BKN juga harus menyesuaikan kembali dengan sistem mereka,a�? pungkas Suruji. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *