Ketik disini

Giri Menang

90 Rumah Desa Ranjok Tak Layak Huni

Bagikan

GIRI MENANG – Sedikitnya 90 rumah milik warga di Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari, masuk kategori tidak layak huni. Ini berdasarkan hasil pantauan langsung ke rumah warga oleh perangkat pemerintah desa belum lama ini.

a�?Berdasarkan kriteria rumah tidak layak huni yang kita cek ada sekitar 90 rumah kumuh yang perlu perbaikan,a�? kata Kepala Desa Ranjok Basirudin pada Lombok Post kemarin.

Ia menjelaskan pengecekan yang dilakukan desa ini dengan melihat bagaimana kondisi rumah, ekonomi pemiliknya, dan kehidupan warganya. Sebab, kriteria rumah tidak layak huni bisa berbeda tergantung dilihat dari segi apa. a�?Kalau dari survey yang dilakukan pemkab dikatakan hanya 45 rumah,a�? ujarnya.

Sebenarnya kata dia, inilah yang harus semakin diperjelas bagaimana kriteria yang tidak layak huni ini. Apakah hanya dari rumah yang telah memakai keramik tidak termasuk dalam kriteria rumah kumuh karena sebagian besar warga setempat yang membangun rumah membeli bahan bangunan dengan kredit.

a�?Masalah inilah yang saya banyak jelaskan kepada masyarakat. Tetapi kali ini ada sekitar 34 rumah yang siap dibantu perbaikannya,a�? ujarnya.

Bantuan perbaikan 34 rumah warga desa didapatkan dari pusat. Bantuan tidak 100 persen rumah diganti karena hanya dilakukan perbaikan rumah saja.
Selama ini warga berpikiran kalau bantuan rumah kumuh itu sama dengan bedah rumah. a�?Hal inilah yang kami terangkan pada warga yang ada di desa bagaimana mekanisme bantuan rumah kumuh tersebut,a�? terangnya.

Ia menerangkan bantuan rumah kumuh tidak bisa secara total memberikan bantuan karena hanya melakukan perbaikan. Sebab dalam bantuan rumuh kumuh ini masih memanfaatkan bahan dari rumah sebelumnya yang bisa digunakan kembali, dan sisanya dibantu.

a�?Jadi bukan membangun rumah yang baru tapi ini hanya sekedar perbaikan,a�? ujarnya. Besaran bantuan untuk rumah tidak layak huni ini pun tidak sama setiap warga. Tergantung dari seberapa besar kebutuhannya hingga rumah itu menjadi layak dihuni. (nur/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *