Ketik disini

Catatan Redaksi

Kekeringan Bakal Berkepanjangan

Bagikan

GIRI MENANG – Aneh bin ajaib. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat tidak mempunyai mobil tangki untuk endistribusikan air bersih kala kekeringan mendera.

Untuk mengatasi suatu wilayah yang mengalami kekeringan, BPBD harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Sosial maupun BPBD Provinsi supaya memberikan bantuan armadanya.

Lebih mengherankan lagi, jangankan tangki, penampuangan air pun tidak diiliki BPBD. Mobil untuk mengangkut bahan logistik pun tidak tersedia. a�?Kami belum mempunyai armada satupun,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Lobar Ahmad Alwan pada Lombok Post, kemarin.

Kekurangan armada ini disebutkan Alwan sangat mempengaruhi kinerja. Alwan mengaku dalam menanggulangi bencana seperti saat sekarang ini, pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak lain baru bisa mendistribusikan pasokan air bersih kepada warga.

Ia tidak menapik kebutuhan armada seperti mobil tangki pengangkut air bersih dan pengangkut bahan logistik sangat dibutuhkan. Karena selama ini jika terjadi bencana kekeringan, BPBD seolah tidak berkutik.

Untuk mendapatkan bantuan armada tersebut, pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Akan tetapi pemerintah pusat menyarankan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan BPBD Provinsi. ” Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Provinsi. Kami cuma meminta pengadaan mobil tangki air dan pengangkut bahan logistik,” tutur Alwan.

Alwan berharap pengadaan armada tersebut segera disetujui oleh pemerintah pusat dan direalisasikan segera. Terlebih karena wilayah Lombok Barat sedang mengalami krisis air bersih di bebrapa lokasi.

Sementara itu, kekeringan di Lombok Barat diramalkan tak akan berlangsung pendek. Bahkan, kekeringan diprediksi bisa berlangsung hingga Januari tahun depan. Saat ini, Badan Meteorologi dan Geofisika Kediri Lombok Barat pun telah memetakan zona-zona kekeringan di Gumi Patut Patuh Patju. Zona merah terutama berada di kawasan selatan Lombok Barat.

Bahkan, kekeringan tidak hanya berdampak pada sektor ketersediaan air bersih bagi warga semata. Namun, juga sudah mulai mengancam sektor pertanian, peternakan dan dan perikanan. a�?Keseluruhan wilayah Lombok Barat termasuk dalam zona merah atau wilayah yang tak pernah terjadi hujan selama 70 hari lebih,” ungkap Kepala Seksi Pendataan dan Informasi BMKG Kediri Lombok Barat Wan Dayantolis.

Wan menegaskan, wilayah terparah kini ada di Lombok Barat bagian selatan. Antara lain di Kecamatan Sekotong dan Lembar. Kata Wan, kendati peluang curah hujan masih ada. Namun, hanya kurang dari 10 persen. a�?Itupun tidak merubah status kekeringan yang dialami wilayah Lobar,a�? katanya.

Hal itu dikarenakan Debit air hujan yang terjadi jauh lebih sedikit dari pada kekeringan selama dua bulan terakhir. “Secara umum status sementara kekeringan yang terjadi adalah Siaga sampai diakhir musim kemarau,” katanya.

Gejala Elnino, kata dia, menjadi penyebab utama bencana kekeringan ini. Dengan adanya gejala Elnino, bencana kekeringan ini akan terjadi lebih ekstrem. Sebelumnya diperkirakan pada wilayah Lombok Barat ini masih terdapat intensitas hujan meskipun hanya hingga 50 mili.

Akan tetapi karena gejala Elnino ini, sampai tanggal 27 Juli 2015, intensitas hujan yang terukur hanya berkisar hanya 3 mili. a�?Jadi jauh berkurang dari perkiraan sebelumnya,a�? kata Wan.

Dengan Elnino juga menurut dia bencana kekeringan ini akan terjadi lebih panjang yang awalnya puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada September sampai pertengahan Oktober. Namun, kini diprediksi bisa berlangsung hingga awal tahun depan. (cr-rid/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *