Ketik disini

Opini

Lombok Bagian Selatan: Surga Yang Terbegal

Bagikan

* Oleh : Dedet Zelthauzallam, S.Ip
(Ketua KTT Lombok)

MASAA�depan Pulau Lombok ada di bagian selatan. Setuju atau tidak, itu adalah keyakinan saya pribadi. Sepertinya banyak yang mengiyakan, karena itu bukanlah keyakinan tanpa alasan. Alasannya sangat kuat.

Bagian selatan Pulau Lombok dianugerahi dengan kekayaan alam yang luar biasa indahnya. Terutama keindahan lautnya. Laut di selatan Lombok adalah surga. Surga yang terbentang sepanjang wilayah selatan. Mulai dari Pantai Selong Belanak sampai ke Pantai Tanjung Luar Lombok Timur.

Sepanjang pantai selatan tersebut banyak pantai yang bisa dijadikan destinasi. Hampir sepanjang selatan itu bisa dirupiahkan. Itulah kata salah satu sahabat saya dari pulau seberang. Artinya bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Pulau Lombok bagian selatan.
Keindahannya tak terkalahkan dengan pantai-pantai di Bali maupun pantai barat dan utara Lombok. Selatan jauh lebih indah dan menawan. Sekali lagi inilah surga bagi para pelancong.

Surga ini juga dilengkapi dengan tradisi laut tahunan, yaitu pesta bau nyale. Hanya ada di selatan. Tidak ada di barat, utara dan timur. Apalagi di luar Pulau Lombok. Kemeriahannya luar biasa. rakyat membeludak. Berbondong-bondong menuju satu tempat yaitu pantai selatan Lombok.

Selain tradisi tahunan bau nyale, Lombok bagian selatan pun memiliki warisan peninggalan sejarah kuno yang amat banyak. Ada Desa Adat Sasaq Sade yang sudah sangat populer. Belum lagi makam para baloq (wali) dan masjid kuno. Diantaranya, Makam Wali Nyatok, Masjid Kuno Gunung Pujut dan Masjid Kuno Rembitan. Masjid kuno ini pun tak banyak yang tahu menahu. Padahal inilah jejak awal masuknya Islam di Pulau Seribu Masjid. Hanya ada tiga tempat, dua diantaranya ada di daerah selatan Lombok. Sedangkan satunya lagi ada di Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Problem dan Solusi

Kekayaan pantai yang luar biasa dan warisan sejarah kuno bagian selatan dewasa ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Ini bisa dilihat dari bagaimana pariwisata Lombok bagian selatan cenderung stagnan. Padahal masyarakat luas, lokal dan mancanegara, mengakui keindahannya. Namun sepertinya keindahan bukan menjadi indikator utama para wisatawan. Keamanan dan kenyamananlah menjadi alasan utamanya.

Lombok bagian selatan memang dikenal indah. Tetapi daerah selatan masih belum bisa memberikan jaminan keamanan. Apalagi kenyamanan pada para wisatawan yang tujuan dari kehadirannya adalah untuk membahagiakan dirinya. Melepaskan diri sejenak dari belenggu rutinitas dan problem.

Lombok bagian selatan masih belum aman. Seperti itulah gambaran mayoritas para wisatawan. Tentunya itu didasari dengan berbagai fakta emperik. Banyak dari wisatawan, lokal dan mancanegara, menjadi korban. Mulai dari korban pembegalan motor, pemerkosaan dan penipuan serta yang lebih ekstrim lagi pembunuhan.

Kejadian tersebut membuat orang takut datang kesana. Orang Lombok pun takut. Apalagi orang dari luar Lombok yang tak tahu-menahu.

Keindahan tanpa keamanan tak akan bisa menghadirkan kenyamanan. Tanpa kenyamanan wisatawan akan malas datang. Walaupun keindahannya tak tertandingi. Jadi, kuncinya untuk mengembangkan pariwisata Lombok bagian selatan ada pada keamanan. Iya keamanan.

Keamanan Lombok bagian selatan harus segera diselesaikan. Solusinya, menurut saya, gampang. Tak perlu rumit dan prosedur yang berbelit-belit. Solusinya ada pada kerjasama. Kerjasama antar instansi pemerintahan, masyarakat dan swasta yang ada disana.

Sinergisitas antar instansi pemerintah perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten, melalui dinas/badan terkait bisa melakukan pembicaraan dengan pihak kepolisian. Polisi yang memiliki tugas utama menjaga keamanan harus bisa melaksankan perannya dengan baik dan benar. Lombok bagian selatan bukanlah daerah yang luas. Jalan raya pun tak sampai seratusan kilometar. Pos pengamanan tas tura pun sudah ada. Tinggal sekarang ada tidaknya polisi yang berjaga disana. Ada tidaknya polisi patroli. Kalau ada berapa kali jadwal dalam sehari. Pemerintah daerah juga bisa mengikutsertakan polisi pamong praja untuk berjaga. Kalau aparat keamanan memanfaatkan pos dan patroli setiap saat, maka Lombok bagian selatan akan bebas dari para pembegal.

Dalam masalah pengamanan, masyarakat setempat perlu diikutsertakan. Karena tanpa mengikutsertakan mereka, polisi dan Pol PP akan kewalahan. Melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemudanya akan menjadi warna tersendiri. Dengan ikutnya masyarakat, tentunya akan membuat kondisi lebih bisa cepat kondusif. Masyarakat merasa dihargai dan diberikan tanggung jawab. Tanggung jawab untuk daerahnya. Dan yang terpenting tanggung jawab ini akan bisa mempertebal kantong mereka. Bukan hanya mereka tetapi seluruh masyarakat sekitar.

Swasta juga perlu mengambil peran disini. Dengan ramainya wisatawan datang, otomatis hotel akan menjadi ramai. Penjual pernak-pernik akan laris. Untuk itulah, swasta harus berbagi sedikit dari income-nya untuk masyarakat, khususnya bagian keamanan.

Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta, maka akan menghasilkan hasil yang luar biasa. Surga selatan akan terbebas dari belenggu begal. Wisatawan akan berbondong-bondong kesana. Hotel dan pusat perbelanjaan akan tumbuh subur. Masyarakat pun akan sejahtera, karena sumber pundi rupiahnya akan lebih banyak.

Amannya Lombok bagian selatan juga akan memberikan efek postif bagi pemerintah. Program pemerintah dalam mewujudkan NTB sebagai tujuan utama pariwisata bisa segera tercapai sesuai target. Apalagi untuk mewujudkan wisata berbasis religi/syariah, Lombok bagian selatan sangat tepat. Mengingat banyak destinasi relegi yang masih belum digarap.

Inilah saatnya semua elemen masyarakat bergontong royong demi mengamankan Lombok bagian selatan. Surga selatan harus dinikmati dengan kenyaman. Surga tersebut akan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat.(*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *