Ketik disini

Metropolis

PLN Diminta Optimalkan Mesin Sewa

Bagikan

MATARAM – Masalah kelistrikan di Pulau Lombok tak kunjung beres. Setiap dilakukan pemeliharaan ataupun perbaikan mesin, berujung pada pemadaman bergilir. PT PLN wilayah NTB pun didesak melakukan upaya akselerasi, meningkatkan cadangan daya hingga batas yang memadai.

a�?Sekecil apapun yang berkaitan dengan pelayanan, PLN harus mengantisipasinya,a�? tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Suharto, ST, MM kepada Lombokpost, kemarin (30/7).

Diberitakan sebelumnya, pemadaman bergilir mulai menghantui masyarakat Lombok. Tak tanggung-tanggung, rentan waktunya selama dua bulan. Setiap hari, pemadaman akan berlangsung empat jam. Ini tak lain karena gangguan berupa kebocoran pada boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang unit 1.

Sehingga, harus dilakukan perbaikan sekaligus inspeksi turbin terhadap Unit berkapasitas 25 MW tersebut. Perbaikan dilakukan dengan penghentian operasi mesin secara total dan membutuhkan waktu sekitar dua bulan, hingga 25 September.
a�?Dengan alasan yang sama, pemadaman bergilir ini sudah sekian tahun terjadi,a�? kritik Suharto.

Menurutnya, kunci dari permasalahan ini adalah defisit daya di sistem kelistrikan NTB.Ia memahami jika beberapa mesin PLN harus dihentikan operasinya untuk pemeliharaan. Namun, semestinya, ketika ada unit mesin yang keluar dari sistem, PLN harusnya memiliki cadangan.

a�?Setiap pelepasan daya akibat gangguan mesin, harus ada antisipasi. Minimal sejumlah daya yang hilang,a�? kata Suharto.

Dengan demikian, PLN tidak harus terus-menerus melakukan pemadaman bergilir setiap ada perbaikan mesin. a�?Perlu ada peningkatan antisipasi,a�? tegasnya.

Ketergantungan PLN terhadap mesin utama terlalu besar. Untuk itu, Suharto mendesak PLN untuk melakukan sewa mesin dan mengoptimalkan pengoperasiannya.

a�?Selama kemampuan daya kita masih pas-pasan, mesin sewa itu harus tetap standby untuk backup,a�? katanya. Dengan demikian, pemadaman bergilir tidak perlu ada karena defisit daya bisa diantisipasi selama perbaikan mesin utama berlangsung.

Ia menekankan, PLN tidak bisa semata-mata pasrah mengharapkan kesadaran masyarakat untuk hemat listrik. Apalagi mengharapkan pengusaha, terutama pemilik hotel untuk berhemat dengan menggunakan mesin jenset.

a�?Dari dulu selalu diimbau begitu, tapi kenyataannya tidak bisa berjalan. Solusi satu-satunya, PLN harus melakukan upaya akselerasi, menyiapkan cadangan daya melalui penyewaan mesin,a�? tegas Suharto. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *