Ketik disini

Sumbawa

Polres KSB Gagalkan Pengiriman Motor Bodong

Bagikan

TALIWANG a�� Polres Sumbawa Barat Rabu malam sekitar pukul 23.00 wita berhasil menggagalkan pengiriman puluhan unit sepeda motor bodong asal Cikupa, Tanggerang, Banten. Rencananya, sepeda motor dengan total keseluruhan mencapai 52 unit dari berbagai merk dan jenis itu akan dibawa ke Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Puluhan unit sepeda motor ini diamankan Polres KSB sesaat setelah turun dari kapal di pelabuhan Poto Tano, Kecamatan Poto Tano. Diperkirakan, nilai keseluruhan dari sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat resmi seperti STNK dan BPKB ini mencapai Rp 1 miliar lebih. Sepeda motor yang dikirim menggunakan dua truk itu merupakan motor bekas pakai dalam kondisi yang masih bagus karena hampir sebagian besar merupakan keluaran terbaru dari sejumlah produk terkenal seperti Honda, Yamaha dan Suzuki.

Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarif dikantornya, Kamis kemarin menjelaskan, keberhasilan pihaknya menggagalkan pengiriman 52 unit sepeda motor ini berkat informasi yang diterima jajaranya dari Jakarta. a�?a��Kita dapat informasi ada dua truk yang mengangkut puluhan unit sepeda motor tanpa surat angkut dan surat jalan dari pabrik atau dealer resmi sepeda motor. Informasi itu langsung ditindak lanjuti Satreskrim dan Satintelkam, setelah dilakukan pencegatan dan penggeledahan ternyata memang benar,a��a�� katanya.

Kapolres menduga, sepeda motor tersebut merupakan hasil perbuatan menyimpang baik dalam bentuk pidana maupun perdata. Namun kapolres belum bisa memastikan apakah puluhan unit sepeda motor ini merupakan hasil kejahatan jaringan pencurian sepeda motor (curanmor) lintas provinsi. Apalagi seluruh plat nomor sepeda motor ini berasal dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat. a�?a��52 unit sepeda motor itu saat ini kita amankan di Mapolres KSB bersama dua truk pengangkut dengan nopol EA 8253 W dan B 9297 GYV termasuk empat orang yang bertindak sebagai sopir dan kondektur,a��a�� jelasnya.

Empat orang sopir dan kondektur yang diamankan itu semuanya berasal dari Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Modusnya, sepeda motor bodong ini dimuat dalam truk dan ditutupi dengan sejumlah barang, mulai dari lemari hingga tempat tidur. Ditruk pertama, polisi berhasil mendata sekitar 22 unit sepeda motor yang diangkut dan ditruk kedua sebanyak 30 unit. a�?a��Dari sekian banyak sepeda motor yang diangkut ini hanya delapan yang memiliki surat-surat baik itu STNK maupun BPKB. Tapi dari pengecekan kit ada keanehan, dua sepeda motor bisa satu BPKB. Kasus ini masih kita dalami lebih lanjut,a��a�� terang perwira murah senyum ini.

Sopir dan kondektur yang berhasil diamankan itu masing-masing berinisial Sdr dan Iw asal Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Untuk penyelidikan lebih lanjut, sopir dan konduktur ini masih diperiksa intensif penyidik Polres KSB. a�?a��Mereka nampaknya masih belum mau membuka seluruhnya. Dari keterangan sementara yang diperoleh penyidik, baru kali ini mereka mengangkut sepeda motor tanpa surat seperti ini. Mereka belum memberitahukan siapa pemilik dan pemesan sepeda motor ini. Keempat orang itu semuanya masih bungkam. Ini yang akan terus kami dalami,a��a�� janjinya.

Sepeda motor itu didominasi plat nomor luar mulai dari plat nomor B, A, F dan G. Kapolres menduga, sepeda motor yang diamankan jajarannya itu bisa saja merupakan hasil tindakan kejahatan, baik itu hasil pengumpulan sindikat curanmor yang masuk kategori nasional atau bisa juga merupakan hasil tarikan sejumlah leasing (perusahaan pembiayaan kredit sepeda motor) dari Jakarta, Banten maupun Jawa Barat. a�?a��Sopir ini hanya mengaku mereka hanya disewa untuk mengantarkan motor itu ke Bima saja. Untuk memastikan sumber motor ini diperoleh dari mana, kita akan kooordinasikan dengan Polda NTB kemudian diteruskan dengan Polda lain tempat motor-motor tersebut berasal. Kita juga akan melakukan kroscek ke leasing di Jakarta, apakah ini bagian dari permainan leasing atau bagaimana. Karena kalau kendaraan ini kredit, pasti ada asuransi,a��a�� tandasnya.

Perwira menengah Polri ini tidak membantah, Sumbawa Barat melalui pelabuhan Poto Tano merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan pulau Jawa sampai wilayah timur indonesia. Karenanya, sangat memungkinkan, pelabuhan Poto Tano digunakan oleh sindikat kejahatan untuk mengirim masuk barang hasil kejahatan dari luar seperti dari Jakarta dan beberapa daerah lain dipulau Jawa untuk dibawa kewilayah timur baik itu Kupang hingga ke Atambua. a�?a��Kalau kita cek plat nomornya itu hampir sebagian besar didominasi plat nomor asal DKI Jakarta, Provinsi Banten serta wilayah Jawa Barat. Baik itu dari Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak sebagian Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Depok, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Majalengka dan Kabupaten Kuningan dan dari Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi. Kalau dilihat dari wilayahnya, ini bagian dari sindikat nasional,a��a�� sebutnya satu persatu-satu.

Bagaimana upaya kepolisian selanjutnya? Kapolres mengaku, hal ini akan segera dikoordinasikan dengan Polda NTB, mengingatkan seluruh sepeda motor yang diamankan ini berasal dari luar NTB. Termasuk mendalami keterlibatan pihak lain, apalagi selama proses pengiriman berlangsung banyak melewati wilayah hukum sejumlah Polda baik itu Metro Jaya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan wilayah pulau Lombok Polda NTB.

a�?a��Sedang kita selidiki dan koordinasikan dengan Polda NTB karena ini sudah lintas pulau dan Provinsi dan juga melintasi berbagai Polda. Bisa saja jaringan ini memanfaatkan kelenggahan petugas. Yang jelas motor-motor ini saat diangkut disamarkan dengan sejumlah barang meublair lainnya,a��a�� tambahnya.(far/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *