Ketik disini

Headline Selong

Tembakau Rakyat Dapat DBHCHT

Bagikan

SELONG – Jumlah petani tembakau jenis virginia yang terdata di Lombok Timur (Lotim) tahun 2015 hanya tinggal 7000 orang. Padahal tahun sebelumnya mencapai 11.000 petani. Karena jumlah yang merosot itu, pemerintah memasukkan petani tembakau rakyat untuk juga menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

a�?Soalnya anggarannya besar, sekitar Rp 17 Miliar, kenapa tidak kita bagi ke lebih banyak orang,a�? kata Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin, kemarin(30/7).

Dana yang sebelumnya eksklusif dinikmati para petani tembakau virginia, khusus ditahun ini juga akan dinikmati petani tembakau rakyat yang menanam aneka varietas tembakau lainnya. Setelah dikonsultasikan, hal itu menurutnya memungkinkan secara aturan.

Untuk memuluskan rencana itu, ia meminta seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ada di Lotim mulai melakukan pendataan petani tembakau rakyat. Dengan catatan data yang dimasukkan harus benar-benar akurat.

a�?Minta data dirinya, catat luas lahan dan kumpulkan info lain yang diperlukan selengkap mungkin,a�? pesannya di hadapan para tenaga PPL yang secara khusus dikumpulkan di Selong.

Data lengkap dan menyeluruh diperlukan untuk menghindari kesalahan dikemudian hari. Dirinya mewanti-wanti jangan sampai tenaga penyuluh diperiksa lantaran dianggap memalsukan data dan dituding korupsi. Dia juga berpesan tenaga PPL jangan mau didekte pihak manapun. Data yang valid sepenuhnya ditentukan petugas yang ada di lapangan. Tak ada pihak lain yang berhak memaksakan menambah jumlah penerima atau luasan lahan tanam tembakau yang ada.

a�?Kita main data, jangan mau diatur, karena kalau bermasalah anda yang salah,a�? ujar Haerul.

Terpisah, Kadis Hutbun Lotim, L Zaenal Abidin membenarkan rencana pendataan petani tembakau rakyat untuk masuk menjadi penerima DBHCHT tahun ini. Dengan dana yang cukup besar ia mengatakan semua petani bisa dimasukkan, terlebih jumlah petani virginia mengalami penurunan yang cukup besar. Sejumlah daerah non virginia kini mulai didata. Contohya petani rajang di Pringgabaya dan Suela.

a�?Di Pringgabaya sudah ada empat desa, Suela lima desa yang akan dapat,a�? jawabnya.

Karena pendataan tambahan tersebut, dipastikan proses pengumpulan nama-nama yang berhak menerima akan molor beberapa pekan. Namun ia meminta PPL tak perlu memaksakan mengejar waktu, karena yang terpenting ialah keakuratan data.

a�?a��Kita harus kumpulkan data selengkap-lengkapnya,a�? kataya memberi penekanan. (yuk/r14)

Komentar

Komentar