Ketik disini

Praya

175 Sambungan Listrik Diputus

Bagikan

PRAYA – Sebanyak 175 pelanggan di Dusun Rangkap Dua Desa Kuta Pujut, diberikan tindakan pemutusan jaringan listrik. Langkah itu dilakukan PLN Rayon Praya bersama Kodim 1620/Lombok Tengah, lantaran pelanggan yang dimaksud melakukan pencurian listrik.

Kuat dugaan aksi ini dilakukan dengan bantuan oknum yang mengatasnamakan mitra PLN. Hingga berita ini diturunkan PLN dibantu Kodim masih memburu oknum yang dimaksud. Termasuk, kembali menertibkan pelanggan lain yang masih melakukan pencuruian listrik.

a�?Permasalahan ini sudah terjadi sejak lima tahun lalu,a�? kata Kepala PLN Rayon Praya, Lalu Muliadi pada Lombok Post, kemarin (31/7).

Namun, kasus itu baru diketahui setelah adanya informasi dari pemerintah kecamatan dan desa, yang melihat suasana terang benderang di malam hari. Padahal, ditempat itu telah dibatasi jumlah pelanggan.

a�?Sebelumnya, kami melakukan langkah sosialisasi. Dengan harapan, mereka yang menertibkan sendiri,a�? ujarnya.

Sayangnya, sosialisasi, teguran lisan dan tulisan yang disampaikan justru tidak diindahkan. Karena itulah pihaknya melakukan langkah represif denganmemutusA� jaringan listrik dari rumah warga ke jaringan induk.

a�?Secara kebetulan, saat kami melakukan langkah itu. Kodim sedang melakukan giat minggu militer, Alhamdulillah berjalan lancar,a�? katanya.
Dia memastikan banyak pelanggan di Dusun lain di Desa Kuta yang melakukan tindakan yang sama.

a�?Data yang kami kumpulkan, ada di Dusun Ngolang dan Dusun Ujung. Saya yakin, ditempat lain juga ada. Ini yang sedang kami lakukan pendataan, lalu melakukan langkah sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,a�? jelas Muliadi.

Menurutnya, pelanggan tidak bersalah dalam melakukan tindakan yang dimaksud. Mereka hanya percaya dengan oknum yang mengatasnamakan dirinya mitra PLN. Caranya, oknum membuat isu bahwa pemasangan jaringan listrik PLN dianggap sulit, berbelit-beli dan mahal. Alhasil, warga pun mengambil jalan pintas.Padahal, kata Muliadi proses pemasangan jaringan listrik di PLN mudah, cepat dan murah.

a�?Oknum ini membuat jarak atau batas antara PLN dengan pelanggan, informasi pun terputus ditengan jalan, sehingga situasi seperi itulah dimanfaatkan oknum,a�? ujarnya.
Modus yang dilakukan yaitu kabel listrik ditanam di tanah, bukan dipasang menggantung seperti biasanya. Sehingga, tidak banyak orang yang tahu, kecuali warga itu sendiri dan oknum. Tindakan seperti itu, kata Muliadi tentu membahayakan warga.

Atas tindakan itu juga, ungkap Muliadi PLN secara langsung mengalami kerugian. Akibatnya, ada beberapa dusun dan desa di tempat lain, yang mengalami kekurangan daya khususnya saat beban puncak.

a�?Ini adalah murni kasus pencurian listrik. Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI dalam rangka mengusut oknum bersangkutan. Siapa pun itu,a�? tegasnya.
Dia pun menyerukan agar warga yang ingin memasang jaringan listrik sebaiknya datang ke kantor PLN, melakukan pendaftaran dan tahapan lainnya.

a�?Di kawasan pantai Kuta juga banyak yang melakukan los jaringan itu. Mohon PLN secepatnya menertibkan,a�? sambung Kepala Desa (kades) Kuta Lalu Badarudin, terpisah.
Dia pun memberikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN dan pihak berwenang lainnya. Selain itu dia berharap PLN menyiapkan fasilitas, sarana dan prasarana legal yang bisa digunakan untuk kebutuhan listrik warga. Khususnya lagi, mempersempit ruang gerak para oknum.

a�?Kalau bisa, jangan kabel listriknya saja yang disita. Tapi, Kwh-nya juga. Karena selama ini, kami sudah capek memperingati warga. Tolong oknum yang dimaksud diberikan sanksi hukum,a�? usul Badarudin.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *