Ketik disini

Bima - Dompu

Bom Ikan Marak, Nelayan Resah

Bagikan

SAPE – Pelaku pemboman ikan masih terus beroperasi di perairan timur, Kecamatan Sape. Kondisi itu membuatA� para nelayan tradisional setempat resah. Karena berdampak pada hasil penangkapan mereka.

a�?Kapal pembom ikan seringA� beroperasi di perairan sape. Mereka beroperasiA� dua hingga tiga kali seminggu,” keluh Adnan, nelayan asal Desa Bugis, kemarin(31/7).

Kata Adnan, pelaku pembom ikan kerap beroperasi di balik pulau-pulau kecil. Sehingga sulit terpantau oleh aparat.

Akibat ulah oknum-oknum tersebut, hasilA� tangkapan ikan nelayan berkurang. Dalam sehari, mereka cuma bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 50 ribu per hari.

Padahal katanya, jika tidak ada pemboman ikan. PraktisA� hasil tangkapan nelayan meningkat. BisaA� ratusan ribu.

Ia berharap, pihak terkait rutin melakukan operasi untuk mengatasi masalah tersebut.

Kepala Desa Bugis Amrullah mengatakan, praktek pemboman ikan seringkali terjadi di perairan sape. Bahkan telah menjadi mata pencaharian bagi oknum-oknum tersebut.

Pelaku pemboman ikan katanya, tidak ada kapoknya. Sudah beberapa kali ditegur dan ditahan, tidak membuatnya jera.

“Malah makin lama semakin menjadi,” sorotnya dihubungiA� Via HP, kemarin(31/7).

Kata dia, pelaku pembom ikan berasal dari desa-desa pelosok di luar Kecamatan Sape. Seperti di Wera, Langgudu dan lain-lain.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah desa, kecamatan, UPT perikanan maupun aparat kepolisianA� mengatasi masalah tersebut. Tapi, tetap tidak berhasil.

a�?a��Kita harap ada kepedulian semua elemen yang ada di Sape,a��a�� harapnya. (jw/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *