Ketik disini

Headline Praya

Gawat, Rampok Makin Sadis!

Bagikan

PRAYA – Kasus perempokan yang terjadi di Dusun Mentorok, Desa Kateng, Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) beberapa hari lalu, menjadi atensi serius Kodim 1620/Loteng. Mereka telah menurunkan anggota untuk memburu kawanan perampok yang tega menghabisi nyawa korbannya itu.

a�?Tidak ada kata maaf bagi kawanan perampok itu. Prinsipnya, diminta atau pun tidak, diperintah atau pun tidak, saya tetap terdepan mengawal keamanan daerah ini,a�? kata Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto pada Lombok Post, kemarin (31/7).

Dikatakannya, saat ini prajurit telah mengarah di sejumlah desa di Praya Barat dan Praya Barat Daya. Kali ini, tugasnya tidak saja bermalam di kediaman warga, namun melakukan pengintaian dan pencarian pelaku perampokan. Bagaimana pun caranya, ungkap Arie kawanan perampok tersebut harus tertangkap.

Agar langkah itu berjalan sukses, pihaknya berharap masyarakat memberikan informasi lokasi persembunyian kawanan perampok yang dimaksud.

a�?Beberapa puluh menit setelah kejadian, saya langsung turun ke tempak kejadian perkara (TKP). Saya menanyakan warga sekitar dan melihat kondisi korban,a�? ujarnya.

Kesimpulannya, kata Arie diduga aksi itu tidak saja bermuatan perampokan, tapi unsur lain. Dibuktikan, sapi yang dibawa kabur justru ditinggal di hutan lindung Bagik Nujun desa setempat, ditambah luka yang dialami korban banyak.
a�?Patroli terus kami lakukan, menyisir wilayah rawan,a�? katanya.

Beberapa hari kedepan, lanjut Arie seluruh anggota ditarik kembali ke Kodim, guna melakukan aktifitas seperti biasa. Kebijakan minggu militer dibebankan kepada Babinsa. Mereka harus membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), bekerjasama dengan tokoh masyarakat, agama dan pemuda.

a�?Ada sebagian warga yang meminta ke saya agar minggu militer dilaksanakan satu bulan. Alhamdulillah, ini merupakan penerimaan yang baik dari masyarakat,a�? ujar Arie.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, HL Normal Suzana meminta agar langkah yang dilakukan Kodim dan Polres, diimbangi pula pemerintah desa. Caranya, mengaktifkan system keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam secara swadaya. Bagi desa yang belum memiliki program itu, sebaiknya dibentuk. Sebaliknya, bagi yang sudah agar diaktifkan kembali.

Siskamling, diakui wabup cukup efektif dalam rangka menjaga Kamtibmas. Apalagi, dibantu Babinsa dan Babinkamtibmas yang siaga 24 jam di 139 desa/kelurahan di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna.

a�?Tolong ini diperhatikan dan dilaksanakan, bila perlu Siskamling dilakukan di tingkat dusun, RT dan RW,a�? serunya.

Dia merasa urusan Kamtibmas merupakan tanggungjawab bersama, tidak saja dititik beratkan kepada aparat. Jika semua bergandengan tangan menjaga Kamtibmas, pihaknya optimis kasus pencurian, perampokan, pembegalan dan pencopetan dapat diminimalisir.

a�?Tolong para kepala desa (kades) sampai Camat terdepan memulai Siskamling ini. Libatkan Polsek dan Koramil,a�? seru orang nomor dua di Loteng tersebut.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *