Ketik disini

Sumbawa

Kapolres Imbau Jaga Kondusifitas

Bagikan

TALIWANG a�� Polres Sumbawa Barat menghimbau pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Sumbawa Barat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah jelang pilkada serentak 9 Desember mendatang.

a�?a��Kondusifitas daerah adalah prioritas utama, kami imbau pasangan calon untuk sama-sama menciptakan hal tersebut,a��a�� harap Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarif S Ik, kemarin (31/7).

Potensi konflik menjelang pilkada mendatang diakuinya sudah dipetakan. Kapolres tidak membantah, dalam pesta demokrasi seperti ini, potensi konflik tersebut tetap saja berpeluang terjadi. Untuk mencegah kemungkinan itu tentunya diperlukan dukungan semua pihak. Baik pasangan calon maupun massa atau simpatisan pendukungnya. a�?a��Saya menghimbau kepada warga untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan. Pilihan boleh beda, tapi tujuan yang ingin dicapai itu satu, bagaimana memajukan KSB kedepannya,a��a�� sebutnya.

Teddy menyebut, total seluruh personil yang dikerahkan untuk mengamankan pilkada KSB tahun ini sebanyak 394 personil. a�?a��Jumlah ini termasuk BKO dari Polda NTB dan polres terdekat,a��a�� paparnya.

Soal kesiapan, perwira pertama Polri ini mengaku sangat siap mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Sejumlah personil juga tetap dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi langsung semua tempat pemungutan suara (TPS) disemua wilayah. a�?a��Pola pengamanannya sama dengan pileh 2014 lalu. Jadi disetiap TPS tetap kita tempat anggota,a��a�� sebutnya.

Selain kesiapan personil, polres KSB juga mendapat dukungan dana pengamanan pilkada dari pemerintah. Dana itu bahkan sudah masuk dalam rekening dana hibah Polres KSB. a�?a��Total seluruh anggaran yang diberikan kekita mencapai Rp 1,5 miliar. Jadi, dari sisi anggaran kita juga sebenarnya sudah siap,a��a�� terangnya.

Kendati demikian, diakuinya alokasi anggaran yang diberikan itu masih sangat kecil bila dibandingkan dengan standar minum pengamanan pilkada. Normalnya, peranggota mendapat Rp 52 ribu dalam sekali pengamanan, namun karena anggaran tersebut kecil, pihaknya harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Masalah anggaran seperti ini tidak hanya terjadi di KSB, secara nasional, masalah ini menjadi salah satu kendala tersendiri. a�?a��Tapi KSB masih beruntung, beberapa polres lain dalam wilayah hukum Polda NTB sampai saat ini bahkan belum ada kepastian terkait anggaran pengamanan,a��a�� terangnya.

Meski dibawah standar minimum, Teddy kembali menegaskan tidak akan mempengaruhi kesiapan jajarannya dalam melaksanakan kewajiban mengamankan pesta demokrasi ketiga di KSB ini. a�?a��Kita bahkan berada dibawah standar minimum, tapi soal kesiapan pengamanan, kita sudah sangat siap,a��a�� tambahnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu akademisi asal Sumbawa Barat. Zulkarnain M Pd, dosen ilmu sosial politik Universitas Negeri Jogjakarta (UNJ ini juga menyampaikan hal serupa. Zulkanain mengaku, masyarakat KSB sudah sangat memahami politik, hal tersebut terbukti saat pendaftaran pasangan calon beberapa waktu lalu, pendukung pasangan calon dengan pasangan calon lain saling memberikan support. a�?a��Kondisi ini kita harap bisa bertahan sampai 9 Desember mendatang. Apa yang ditunjukkan masyarakat itu sudah bagus, berbeda pilihan dan dukungan tidak sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,a��a�� katanya.

Karenanya, dia meminta pasangan calon bupati dan wakil bupati KSB ikut menciptakan dan memberikan pelajaran politik yang baik kepada masyarakat. a�?a��Kuncinya ada dipasangan calon itu sendiri, tinggal bagaimana mereka melakukan koordinasi dengan massa pendukung dan simpatisan mereka,a��a�� tambahnya.(far/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *