Ketik disini

Headline Metropolis

KPU Ogah Ubah Keputusan

Bagikan

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram ogah mengubah keputusannya. Mereka tetap menyatakan, dukungan Partai Golkar untuk pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman) sudah sah. Hal ini disampaikan KPU dalam pertemuan dengan pengurus partai politik pengusung Aman, kemarin (31/7). a�?Dukungan parpol terhadap pasangan Aman sudah sah,a�? kata Ketua KPU Kota Mataram H Ainul Asikin dalam pertemuan itu.

Ia mengatakan, pihaknya sudah berkonsultasi ke KPU NTB dan mereka menyerahkan sepenuhnya kepada KPU kota. KPU NTB akan mendukung penuh apapun keputusan KPU Kota Mataram. KPU NTB sendiri sudah konsultasi dengan KPU pusat. Keputusan KPU Kota Mataram akan dibackup oleh provinsi dan pusat.

a�?Kami juga sudah menerima surat dari KPU pusat, kalau ada gugatan silahkan, nanti akan ikut serta dari provinsi dan pusat. Jadi kami ini satu kesatuan,a�? jelasnya.

Komisioner KPU Kota Mataram Sopan Sopian Hadi menambahkan, salah satu syarat dukungan, harus ada rekomendasi partai di tingkat pusat. Dan pihaknya sudah menerima rekomendasi dukungan yang memiliki stempel basah. a�?Kami anggap sah dan ini sudah menjadi keputusan kami,a�? terangnya.

Ia menambahkan, secara kelembagaan pihaknya melihat bahwa SK tersebut asli. Dalam surat pengantarnya ada stempel basah sementara di lampirannya memang tidak ada stempel basah tapi sudah ditandatangani pimpinan pusat partai.

Pernyataan KPU tersebut memancing emosi para pengurus parpol. Mereka meminta KPU meninjau kembali keputusan tersebut. Sebab SK rekomendasi Partai Golkar dari kubu Agung Laksono yang mereka serahkan ke KPU dianggap belum memenuhi syarat.

Ketua Badan Hukum dan HAM Partai Golkar Beny Bakri meminta KPU mengikuti PKPU dengan tidak mengesahkan dukungan Partai Golkar, karena surat rekomendasi dari Partai Golkar kubu Agung Laksono tidak memiliki stempel basah. Artinya hal tersebut tidak perlu digugat, KPU tinggal mengikuti aturan PKPU yang dibuat sendiri. a�?Rekomendasi yang asli kami yang pegang, kok bapak bilang punya yang asli. Mana tunjukkan,a�? tegasnya.

Bila mengesahkan dukungan tersebut, menurut Beny KPU telah melanggar PKPU. Dan gugatan yang disarankan KPU tidak akan ada artinya. Sebab proses Pilkada Kota Mataram tetap berjalan, waktu pendaftaran pun habis, hal ini justru akan merugikan bagi pihaknya. a�?Jangan sedikit-sedikit digugat, itu tidak memberikan solusi,a�? katanya.

Pertemuan tersebut berakhir buntu. Komisioner KPU dan pengurus parpol terlibat cek-cok. Keributan pun tidak bisa dihindari. Massa aksi yang sudah menunggu di luar pun merangsek masuk. Mereka mendobrak pintu gerbang kantor KPU. Mereka geram karena KPU tidak memenuhi tuntutan tersebut. Beruntung, aparat kepolisian berhasil menghalangi massa agar tidak masuk sampai ke dalam ruang pertemuan.

Masa yang tergabung dalam Galang Bulan ini melakukan orasi di depan kantor KPU. Mereka menuntut KPU Kota Mataram bersikap independen dan tidak mengesahkan dukungan Partai Golkar. Selain itu, mereka meminta agar Pilkada Kota Mataram tetap berjalan sesuai agenda.

Kabag Ops Polres Mataram Kompol Mujahiddin mengatakan, aparat kepolisian tetap siaga untuk menjamin keamanan kantor KPU. Mereka akan terus melakukan pengamanan sampai pilkada selesai. Khusus di kantor KPU, setiap hari sekitar 40 orang aggota disiagakan. Mereka bertugas 24 jam, siang dan malam secara bergantian.

a�?Situasi saat ini masih bisa teratasi,a�? katanya.

Tindakan tegas baru diambil petugas apabila situasi sudah mengarah kepada kerusuhan. Namun, tindakan tegas yang diambil petugas tidak akan sampai menggunakan senjata api. Peralatan yang digunakan hanya tongkat.

a�?Kami tidak boleh menggunakan senjata,a�? terangnya. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *