Ketik disini

Pendidikan

Meski Dizolimi, SMA Swasta Tetap Bertahan

Bagikan

MATARAM – Hidup segan mati tak mau, mungkin itulah kata yang tepat bagi sekolah swasta dengan sistem bina lingkungan (BL). Meski minim siswa, sekolah swasta tetap melaksanakan proses pembelajaran seperti dilaksanakan SMA Nasional kemarin (31/7).

a�?Mau tak mau kami tetap melaksanakan proses pembelajaran,a�?kata Waka Kurikulum SMA Nasional Evi Susasnti.

Panataun koran ini, proses pembelajaran dilaksanakan di SMA Nasional seperti sekolah lainnya. Pembelajaran ini terkesan efektif. Maklum satu rombongan belajar (rombel) diisi 12 siswa. Para siswa nampak mengangkat tangan untuk bertanya kepada guru. Mereka menanyakan mata pelajaran yang dianggapnya belum dipahami.

Kondisi ruang kelas seperti ini tidak akan ditemukan di sekolah negeri. Maklum banyak kursi dan meja tak ditempati.

Siswa yang jumlahnya 12 tersebut hanya duduk di dua barisan meja. Dikatakan, jumlah siswa dierima pada tahun ini sebanyak 12 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Kata dia, tahun lalu pihaknya hanya menerima dua siswa. Menurutnya, jumlah siswa 12 cukup banyak yang tidak dapat dilakukan dengan mudah.

a�?Kami kerja ekstra, keliling lingkungan sekitar sekolah untuk mendapatkan siswa,a�?katanya.

Bahkan lanjutnya, ia membayar orang jika ada yang membawa siswa.

a�?Kalau tidak seperti ini kami tak mendapat siswa,a�?imbuhnya.

Diungkapkan, ruang kelas di sekolah ini tak pernah terisi semua sejak berlakunya sistem BL. Jumlah ruang kelas yang jumlahnya enam tidak pernah terisi semua.

a�?Ruang kelas sih banyak, siswanya yang tidak ada,a�?kata wanita berjilbab ini.

Menurutnya, kursi dan meja di sekolah banyak mubazir. Tak pernah dimanfaatkan siswa untuk proses pembelajaran. Evi mengaku, kondisi jumlah siswa minim bukah hanya di sekolahnya, namun hampir sebagian besar sekolah swasta.

a�?Kita kadang saling kontak terkait jumlah siswa yang diidapat,a�?ujarnya.

Ia mengklaim biang kerok minimnya siswa di sekolah swasta lantaran sistem BL. Pasalnya, sistem ini tak pernah sesuai aturan.

a�?Tahun ini sistem BL dites, tapi ujung-ujuangnya siswa yang tidak lulus diterima juga,a�?kesalnya.

Jika ingin pemerintah ada perhatian sekolah swasta maka sistem BL ini harus dihapus. Ditambahkan guru setempat Yenita Dahlia menuturkan, sekolah tetap melaksanakan proses belajar mengajar meski minim siswa. Proses belajar di sekolah akan tetap dilaksanakan meski pun satu siswa.

a�?Biasanya kami dapat siswa tambahan ditengah proses pembelajaran. Ada saja siswa yang pindah ke sini,a�?tukasnya. (jay)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *