Ketik disini

Opini

Pengalaman dalam Kontes Guru Favorit dan Berprestasi Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2015

Bagikan

Oleh: Nurki
(Guru SMPN 2 Praya Tengah dan SMP Islam Attamimy Praya Lombok Tengah dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dalam studi program S1 dan S2)

DEDIKASI para pekerja pers sangat penting dalam kehidupan global untuk dapat menyajikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat mengharapkan hal-hal yang baik dan membangun karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu disajikan agar supaya masyarakat dapat memiliki dan mengembangkan peradabannya dan para pekerja pers mendapatkan penghasilan yang halal.

Baru-baru ini Bangsa Indonesia telah memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Di Lombok Tengah, harian Radar Mandalika (surat kabar yang diproduksi di Lombok Tengah) yang berkolaborasi dengan Pemda Lombok Tengah, Dinas Pendidikan, Pemuda,dan Olahraga, Dewan Pendidikan Lombok Tengah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Daerah Lombok Tengah, dan Bank Syariah Mandiri Praya telah ikut meramaikan hari penting ini dengan berpartisipasi dalam Lomba Guru Favorit dan Berprestasi Tingkat Kabupaten Lombok Tengah 2015 sebagai supporters. Banyak manfaat dapat dipetik dalam event ini terutama oleh guru dan para pendukung event tersebut.

Penulis adalah salah satu kontestan pada perlombaan itu. Penulis tidak mengira sebelumnya bahwa foto penulis bersama 18 kontesan lainnya di pajang di harian Radar Mandalika dari tgl 13 s.d. 30 April 2015 disertai dengan adanya kupon polling yang berjudul a�?Lomba Guru Berprestasi dan Favorit Kabupaten Lombok Tengah 2015a�? yang harus digunting dan diisi dengan nama voter, nama guru dipilih, tempat mengajar, dan alasan. Siapa pun yang melihat kupon dengan foto kontestan menyimpulkan bahwa wajah-wajah itu adalah kontestan dalam lomba guru favorit dan berprestasi. Berikut ini penulis uraikan beberapa hal menarik dari pengalamannya.

Kontes Guru Favorit dan Berprestasi Kabupaten Lombok Tengah tahun 2015 yang didukung oleh Surat Kabar Radar Mandalika, lembaga pemerintah, organisasi profesi dan perusahaan finansial yang tersebut di atas ternyata bukan satu paket yang pertama-tama mencari guru favorit lewat polling lalu kontestan yang tidak gugur dalam seleksi ini bisa lanjut ke tahap pemilihan guru berprestasi. Pemahaman ini telah membuat penulis begitu tekun membeli harian Radar Mandalika untuk mendapatkan kupon polling. Penulis mengharapkan kesempatan untuk mengikuti kontes guru berprestasi. Harapan ini dimotivasi oleh keinginan penulis untuk mengetahui sejauh mana volume mengajar penulis yang sangat besar, dokumen akademik dan profesional, pengalaman studi program magister di Unversitas Negeri Malang, Jawa Timur, artikel bahasa Inggris Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diambil dari tesis program magister penulis itu, dan lain-lain dapat digunakan dalam event kecil itu dan untuk menyandang gelar guru berprestasi versi penyokong-penyokong itu bila beruntung . Ternyata pemilihan guru favorit hanya dilakukan oleh harian ini sedangkan pemilihan guru berprestasi dilakukan oleh pihak lain dan dengan proses yang berbeda. Penulis khilaf. Penulis telah mengatakan kepada para guru calon voternya yang semuanya adalah pengajar di TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Perguruan Tinggi yang berada di Lombok Tengah dan Lombok Timur bahwa ia nominasi guru favorit dan berprestasi kabupaten Lombok Tengah 2015 dan memohon votenya untuk penulis. Penting rasanya untuk meminta maaf kepada mereka atas salah kata-kata itu dan terima kasih atas suara mereka. Yang menang dalam ajang kontes guru favorit adalah guru-guru yang hebat. Tetapi apakah mereka termasuk guru favorit yang sebenarnya? Ketahuilah bahwa ranking favorit ditentukan oleh seberapa banyak surat kabar Radar Mandalika yang dibeli untuk mendapatkan kupon kemudian diisi dengan sekurang-kurangnya nama voter/pemilih dan yang dipilih. Barangkali nama pemilih bisa saja nama fiktif. Yang penting adalah kupon polling yang diisi diperoleh dari harian ini. Dengan kata lain, yang penting adalah surat kabar itu yang terbit pada tgl 13-30 April 2015 dan sekitarnya dapat dibeli/didapat sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan kupon polling. Karena itu, kontestan dengan peringkat guru favorit nomor satu adalah kontestan yang membeli/mendapatkan harian ini pada hari-hari yang tersebut di atas dengan jumlah yang paling banyak. Sekalipun kegiatan ini bukan hal yang menantang, ucapan selamat diberikan kepada peraih guru favorit versi surat kabar Radar Mandalika tingkat Kabupaten Lombok Tengah tahun 2015 dan apresiasi diberikan kepada pimpinan dan staff harian Radar Mandalika atas partisipasinya dalam kontes ini.

Yang kedua, kontes guru berprestasi yang tidak dapat saya ikuti ini sangat bagus. Ini baru menantang dan ingin sebenarnya penulis alami. Di dalam lomba ini, kontestan harus menunjukkan diri sebagai seorang guru profesional dan peneliti di sekitar kelasnya. Bukan bermaksud menggurui pembaca, PTK harus dijadikan populer dan mampu dilakukan para pendidik agar supaya: (1) masalah pembelajaran atau kualitas pembelajarannya bisa diselesaikan atau ditingkatkan dan strategi pembelajaran yang inovatif yang dihasilkan bisa bermanfaat bagi guru-guru lain yang mempunyai masalah yang sama, dan (2) para guru bisa selamat dari situasi yang makin lama makin rumit saja yang dibuat oleh pemerintah (pusat/daerah) seperti tidak menaikkan pangkat/golongan atau tidak memberikan bahkan mencabut tunjangan sertifikasi bagi guru yang sudah disertifikasi namun tidak dapat memenuhi kewajiban untuk melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah. Congratulations dihaturkan kepada mereka yang mampu meraih predikat guru berprestasi dan penghargaan layak dialamatkan kepada supporters yang tersebut di atas untuk kegiatan ini.

Kembali ke topik tentang pemilihan guru favorit, kami sebagai kontestan kadang-kadang diolok dan dicemooh ketika mendatangi calon voter atau teman-teman guru. Ada yang mengatakan Wah, itu guru favorit!, atau Awas, guru favorit mau lewat! padahal status kami saat itu masih menjadi calon. Kolega penulis memainkan kata favorit menjadi kavorit sehingga ia mengatakan Lihat, itu guru kavorit! Kata-kata itu kocak tetapi cukup bagus untuk membuat penulis introspeksi diri. Di samping itu, kami, kontestan lomba ini, diundang untuk menghadiri peringatan Hardiknas di lapangan umum Kopang Lombok Tengah. Baru kali itu dalam hidup penulis mendapat undangan untuk menghadiri upacara hari besar nasional yang duduk bersama orang-orang penting di belakang pimpinan daerah tingkat II. Pengundang yang merupakan komite dari lomba itu yang barangkali staff Radar Mandalika menyuruh kami datang di tempat itu untuk apel tersebut yang diselenggarakan pada pukul 06.30 WITA. Ada apa? Mengapa kami disuruh datang pagi-pagi? Penulis mampu datang sekitar jam 06.45 WITA, di tempat apel hanya ada petugas perlengkapan yang sedang mengatur kursi, meja, dan lan-lain, dan apel dimulai sekitar jam 09.00 WITA. Pesan singkat (SMS) yang disampaikan itu tidak semuanya benar, tetapi well a�� ita��s okay. Teman-teman guru dan media massa itu bermanfaat sebagai pemberi tantangan, ujian, dan motivasi.

Kesimpulan adalah event yang diadakan untuk memeriahkan hari-hari bersejarah nasioanl dan lain-lain adalah event yang meningkatkan selain finansial dan pamor sponsor tetapi juga yang sebenarnya kualitas dan peradaban masyarakat kontestan. Hal-hal negatif yang timbul dalam kegiatan itu dan lain-lain adalah tantangan, ujian, dan motivasi yang bermanfaat.(*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *