Ketik disini

Metropolis

Program Lingkungan Terancam, Masyarakat Resah

Bagikan

Tingginya suhu politik di Kota Mataram tidak hanya dirasakan kalangan elit partai. Di kalangan akar rumput, gejolak mulai terasa. Banyak yang khawatir, pilkada memengaruhi program pembangunan yang sudah dirancang sebelumnya.

***

MANUVER politik pasangan H Rosyadi Sayuti dan Kadiono (Rido) yang menunda pendaftaran di KPU, cukup mengacaukan konsentrasi pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman). Pasangan petahana ini pun mulai sibuk mencari lawan agar Pilkada Kota Mataram 2015 berjalan sesuai rencana. Sebab jika sampai masa perpanjangan 3 Agustus mendatang tidak ada pasangan bakal calon yang mendaftar, pilkada bisa tertunda sampai 2017.

Pilkada juga merembet hingga ke gedung parlemen. APBD Perubahan 2015 yang sedang dibahas, diwarnai aksi boikot tiga fraksi yakni PDIP, Demokrat, dan Gerindra yang diketahui pengusung pasangan Rido. Pembahasan anggaran terancam tidak berjalan mulus.

Padahal banyak program pembangunan yang bisa batal dilaksanakan bila anggaran terlambat dibahas. Salah satunya dana perbaikan jalan lingkungan Rp 50 miliar, bisa ditarik kembali bila pengesahan anggaran molor.

Situasi ini membuat masyarakat resah. Mereka berharap proses politik di 2015 berjalan lancar dan damai. Sehingga tidak ada gejolak yang dapat menganggu pembangunan.

Kepala Lingkungan Naga Sakah, Cakranegara H Munawir berharap anggaran pembangunan tetap diperhatikan. Meskipun ada perseteruan politik, tapi jangan sampai anggaran jalan lingkungan dibatalkan.

a�?Masalah politik jangan sampai mengorbankan rakyat, kami harap para elit bisa mensukseskan pemilihan ini,a�? katanya.

Ia berharap kepada para anggota dewan untuk tetap membahas anggaran perubahan. Meski ada perbedaan pandangan politik, jangan sampai menghambat pembangunan. Pilkada Kota Mataram 2015 juga diharapkan berjalan lancar dan aman.

a�?Kami sebagai masyarakat tentu berharap pilkada bisa terlaksana. Karena bagaimanapun juga semua daerah di NTB menggelar pilkada. Masak Kota Mataram nggak,a�? ujar Kepala Lingkungan Otak Desa Utara Andi Anshari.

Mewakili warganya ia mengutarakan, masyarakat berharap pesta demokrasi di Kota Mataram bisa berlangsung sehat. Bebas dari politik kotor, dan mampu melahirkan pemimpin yang memang diinginkan dan dipilih oleh masyarakat Kota Mataram. “Kita berharap ada pilkada yang melahirkan pemimpin yang memiliki program untuk mensejahterakan rakyat,” terangnya.

Andi berharap pilkada tidak sampai diundur. Dia khawatir Penjabat Wali Kota Mataram nantinya tidak meneruskan sejumlah program yang saat ini dibutuhkan masyarakat. “Mungkin penjabat wali kota bisa melanjutkan pemerintahan. Tapi kalau terlalu lama kami khawatir kewenangan dan kebijakan strategisnya tidak sesuai atau berubah dengan kebijakan yang saat ini sedang dinikmati masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rodi, salah seorang warga Kelurahan Mandalika merasa sudah sepatutnya muncul figur penantang Aman untuk menunjukkan suasana demokrasi di Kota Mataram.

a�?Mungkin kami tidak terlalu paham politik. Tapi kami berharap pilkada tetap terlaksana agar Kota Mataram memiliki pemimpin pasti yang memang dipilh oleh masyarakat,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Lingkungan Tegal H Khairudin mengutarakan, siapapun yang jadi pemimpin baginya tidak masalah. Yang penting pemimpin tersebut melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. a�?Toh siapa pun yang jadi pemimpinnya warga kami tetap jadi buruh dan petani,a�? sambungnya.

Ia menuturkan tiga periode kepemimpinan Wali Kota di Mataram, perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan masih sangat kurang. Ia merasa pemerintah memberikan perhatian yang berbeda dibandingkan dengan lingkungan yang ada di dekat pusat perkotaan.

a�?Petani kami sangat membutuhkan jalan tembusan untuk mengangkut hasil pertanian. Tapi masih belum bisa terealisasi. Untuk itu kami juga berharap nantinya penjabat penjabat wali kota bisa memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat khususnya masyarakat Tegal,a�? harapnya. (SIRTUPILLAILI-HAMDANI WATHONI)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *