Ketik disini

Tanjung

Waktu Mepet, Melahap Menu Latihan Sembilan Jam Sehari

Bagikan

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka selalu membetot perhatian tiap upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tak kecuali pada peringatan HUT RI tahun ini. Hanya saja, tahun ini, Paskibraka KLU minim waktu latihan. Lalu bagaimana siasat mereka?

***

TERCATAT hanya ada 15 hari waktu efektif untuk menggembleng Paskibraka di KLU. Jauh lebih sedikit jika dibanding waktu penggemblengan yang bisa memakan waktu sebulan, seperti peringatan HUT RI tahun-tahun sebelumnya.

Libur Ramadan dan Lebaran, memang membuat waktu latihan harus terpangkas. Kendati begitu, bukan berarti minimnya waktu latihan bakal berimbas pada kualitas.

Sudah sejak kemarin (31/7), para petugas Paskibraka ini sudah mulai digembleng. Mereka berjumlah 26 orang yang berasal dari para pelajar SMA seluruh Lombok Utara.

a�?Pemantapan kita lakukan hingga H-3 peringatan HUT RI nanti,a�? ujar pelatih Purna Paskibraka Indonesia, Dodi Alkara kepada Lombok Post, kemarin (31/7).

Sebanyak 26 pelajar yang kini digembleng kata dia sudah melewati serangkaian tes. Antara lain tes kesehatan dan tes terkait materi kebangsaan dan baris-berbaris. Seleksi bahkan sudah digelar sejak Maret lalu.

a�?Awalnya ada 500 orang peserta. Setelah melalui tahapan akhirnya menjadi 26 sesuai dengan formasi yang dibutuhkan,a�? ujar Dodi yang merupakan Paskibraka tahun 2008 silam.

Umumnya mereka yang ikut seleksi berasal dari SMA yang memiliki ekstrakurikuler calon paskibraka. Beberapa sekolah yang tak memiliki ekstrakurikuler ini, memilih tidak mengirimkan wakil.

Kini, minimnya waktu latihan, menyebabkan latihan benar-benar digenjot maksimal. Setiap hari calon Paskibraka ini diberikan menu latihan sejak pukul 07.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.

Setelah itu ada jeda istirahat. Yang kemudian dilanjutkan kembali sore hari pada pukul 15.00 Wita hingga 18.00 Wita. a�?Sekarang kita sudah masuk dalam pemantapan formasi baris berbaris,a�? ungkap Dodi.

Lebih lanjut, Dodi yang merupakan PPI SMAN 1 Tanjung ini menceritakan pengalamannya menjadi seorang Paskibraka, yakni bisa melatih mental kepemimpinan, meningkatkan disiplin pada diri sendiri, dan menambah pengalaman dan teman dari sekolah lain.

a�?Saya berharap ke depannya, akan ada Paskibraka asal Lombok Utara yang dikirim ke Jakarta menjadi pengibar bendera pusaka di istana negara,a�? ujarnya.

Rencananya 26 calon Paskibraka ini akan mulai dikarantina tujuh hari sebelum peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus mendatang. a�?Pada malam sebelum upacara, calon Paskibraka ini akan dikukuhkan sebagai Paskibraka,a�? pungkasnya. (r12/PUJO NUGROHO)

Komentar

Komentar