Ketik disini

Pendidikan

Guru KKM MIN Punia Ikuti Workshop K-13

Bagikan

MATARAM – Puluhan guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Punia Mataram mengikuti workshop pendampingan kurikulum 2013 Sabtu (1/8). Ada 55 guru yang ikut workshop. Kegiatan yang berlangung selama tujuh hari dibuka langsung Kepala Kemenag Mataram H Burhanul Islam. Dalam sambutannya, ia mengatakan, para guru harus berusaha memahami kurikulum 2013, serta dapat melaksanakan tugas dengan baik sebagai guru.

a�?Bapak dan ibu sekalian harus mengikuti dan memanfaatkan kegiatan ini dengan baik agar dapat memahami serta mengimplementasikan kurikulm 2013,a�?katanya.

Dijelaskan, ditempat tugas menjadi guru yang baik, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik sekaligus sebagai orangtua bagi murid saat proses belajar mengajar. Guru dan pengawas adalah pegawai diistimewakan oleh negara.

“Selain dibayarkan gajinya sebagai PNS, juga mendapatkan pembayaran tunjangan profesi. Oleh sebab itu, guru jangan sampai lalai mengerjakan tugasnya,” bebernya.

Saat ini, lanjutnya, guru melaksanakan proses belajar mengajar maksimal 37,5 jam dalam sepekan. Guru harus berada di sekolah mulai pukul 07.00 Wita hingga 14. 30 Wita untuk Senin sampai Kamis. Sementara Jumat pukul 07.00 Wita hingga 11.30 Wita dan Sabtu sampai pukul 15.00 Wita.

a�?Jika tidak seperti ini maka sertifikasi guru tak akan dibayarkan,a�?terangnya.

Lebih jauh, jam mengajar guru bukan hanya melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas. Usai melaksanakan proses belajar mengajar saat jam pulang, bisa dimanfaatkan seperti menyusun RPP, materi bahan ajar dan sebagainya di madrasah yang bisa dihitung menjadi tambahan jam belajar.

a�?Guru harus melaksankan tugasnya dengan baik. Jika tidak tunjangan sertifikasi tak akan dibayarkan,a�?ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKM MIN Punia Mataram H Marzuki mengatakan, pihaknya sengaja melakukan workshop dengan mendatangkan narasumber dari LPMP yang berkolaborasi dengan pengawas Kemenag untuk memberikan pemahaman terkait implementasi Kurikulum 2013.

“Sebelum masuk kelas pada tahun ajaran baru, guru harus terlebih dahulu harus memiliki perangkat pembelajaran terkait kurikulum 2013,” ujarnya.

Dikatakan, K-13 dengan KTSP banyak perbedaan. Kebiasaan guru mengajar dengan cara ceramah didepan sudah tak berlaku lagi. Dalam K-13, siswa dituntut aktif melaksanakan proses pembelajaran.

a�?Fungsi guru hanya sebagai fasilitator pada K-13,a�?ujarnya.

Ditambahkan, penerapan K-13 guru masih terkait penilaian. Model penilaian K-13 bukan hanya pada akhir pembelajaran seperti KTSP, namun saat proses pembelajaran sudah ada penilaian.

a�?Ini yang akan kami tanyakan pada workshop ini,a�?tukasnya. (jay/r13)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *