Ketik disini

Headline Pendidikan

Mutasi Guru untuk Pemerataan Mengajar

Bagikan

GIRI MENANG – Mutasi guru digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat belum lama ini. Mutasi berdampak pada pemerataan guru di satuan pendidikan. Sekolah yang kekurangan guru, kini mendapat bantuan guru untuk menutupi kekurangan. Seperti di SDN 2 Midang mendapat amunisi baru dalam mutasi guru tersebut. Sekolah beralokasi di Desa Midang ini mendapat tambahan satu guru.

a�?Alhamudillah kami mendapat tambahan guru satu orang pada mutasi ini,a�?kata Kepala SDN 2 Midang Lilik Jayaningsih, kemarin (3/8).

Menurutnya, tambahan satu guru di dapat meningkatkan mutu pendidikan. Karena sekolah masih membutuhkan guru untuk bisa menopang pembelajaran. Sekarang, jumlah guru di sekolah ada 15 orang. Guru PNS sembilan orang dan guru non PNS enam orang. Jumlah rombongan belajar ada tujuh kelas.

a�?Dengan adanya tambahan ini kami sangat terbantu,a�?imbuhnya.

Adanya tambahan, lanjutnya, guru tidak akan mengurangi jam mengajar guru PNS. Semua jam mengajar di sekolah akan terpenuhi. Sesuai dengan jam mengajar 24 jam tiap pekan.

a�?Pembayaran sertifikasi akan tetap terbayar. Guru tak perlu ke sekolah lain untuk menambah jam mengajar,a�?imbuh wanita berjilbab ini.

Diungkapkan, jumlah rombongan belajar di sekolah sebanding dengan jumlah guru. Guru mengajar mulai pukul 07.00 Wita hingga 12.20 Wita. Satu jam pembelajaran waktunya 35 menit. Tak ada jam yang akan diambil dengan datangnya guru pada mutasi. Sekarang ini, proses belajar mengajar dilaksanakan sekolah akan lebih maksimal dengan adanya tambahan guru di sekolah.

a�?Mudah-mudahan adanya tambahan guru ini kami bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah,a�?harapnya.

Hal senada diungkapkan guru setempat Sandi. Menurutnya, proses belajar mengajar di sekolah berjalan lancar dan lebih maksimal. Tak ada jam mengajar guru yang kurang sehingga sertifikasinya dibayarkan.

a�?Di sini guru PNS diutamakan dulu dalam memenuhi jam mengajar,a�?kata pria berkepala plontos ini.

Ditambahkan, tidak ada kecemburuan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Guru saling memahami terkait jam mengajar dilaksanakan.

a�?Kalau guru non PNS banyak mengajar muatan lokal dan bahasa Inggris,a�?tutupnya. (jay/r1)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *