Ketik disini

Headline Praya

Gagal Panen di Lombok Tengah Terus Meluas

Bagikan
PRAYA – Musim kemarau berkepanjangan tahun ini diyakini akan membuat sebaran daerah gagal panen semakin luas di di Lombok Tengah (Loteng). Dari total luas lahan pertanian 57.830 hektare (ha), 40.830 ha diantaranya terancam kekeringan.
Hal itu terjadi karena stok air irigasi dari waduk, embung maupun bendungan yang ada, hanya mampu mengairi sawah petani seluas 17 ribu ha saja.Alhasil, sedikit demi sedikit luas area pertanian mengalami puso.
a�?Tapi, data sementara lahan pertanian yang mengalami kekeringan itu baru 289 ha saja,a�? kata Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Loteng, Muslim Nurdin, kemarin (9/8).
Sebagai bahan perbandingan, pada periode tanam yang sama tahun 2014 lalu, kondisiA� justru lebih parah dari pada tahun ini. Data yang dihimpun Lombok Post, kekeringan di tahun 2014 lalu berawal dari tiga ribu ha. Kekeringan kemudian meluas hingga mencapai 17 ribu ha dan data terakhir menunjukkan kekeringan mencapai 23 ribu ha.
Tahun 2014, luas tanam pertaniannya hanya 40 ribu ha. Namun kekeringan membuat produktifitas petani pertanian anjlok sekitar 10 ribu ton.
Data sementara Dispernak, ancaman kekeringan lahan pertanian akan terjadi di delapan kecamatan meliputi, Kecamatan Pujut, Janapria, Jonggat, Praya Tengah, Praya Timur, Praya Barat dan Praya Barat Daya serta sebagian Kecamatan Praya. Sementara, empat kecamatan lainnya subur meliputi, Batukliang, Batukliang Utara (BKU), Kopang dan Pringgarata.
Minimnya pasokan air dari hulu membuat sebagian besar waduk dan embung kering kerontang. Di satu sisi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang pengairan menekankan bahwa, jatah pengairan pertanian di musim tanam kedua tahun ini hanya cukup untuk 17 ribu ha. Sisanya, jika tidak ditanggulangi, maka terancam kekeringan atau gagal panen.
a�?Kalau pun terjadi gagal panen atau puso, itu lantaran pola tanam yang tidak teratur. Padahal, kami telah mengingatkan jauh-jauh hari untuk menanam palawija,a�? kilah Muslim.
Dikatakannya, yang menjadi pusat perhatian pemerintah saat ini adalah, bencana puso yang dialami beberapa desa di Praya Tengah. Namun, dari pantauan Lombok Post, sebagian lahan di Praya dan Pujut mulai terserang puso. Bendungan Batujai yang dijadikan andalan irigasi pertanian wilayah selatan, menyusut.
Begitu pula bendungan Pengge, embung Desa Muncan hingga Orong Gendang di Desa Mangkung.
a�?Memang kita punya banyak jaringan irigasi pertanian. Tapi, air yang mau dialirinya ini yang kosong,a�? sambung Kabid Perlindungan Pertanian dan Kesehatan Hewan, Dispernak Loteng, Lalu Widiarta.
Kendati demikian, pihaknya terus berusaha membantu mengurangi beban para petani. Dengan cara, meminta bantuan Dinas PU bidang pengairan dan Kodim 1620/Loteng, guna mencari jalan keluar pemenuhan kebutuhan air pertanian yang dimaksud.
a�?Tapi, yang jelas kondisi kekeringan ini tidak saja terjadi di daerah kita. Melainkan, mereta dikabupaten/kota lain di NTB, bahkan seluruh Indonesia,a�? ujarnya.A� (dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *