Ketik disini

Praya

Kodim Loteng Tutup Kafe Liar di Kuta

Bagikan

PRAYA – Berbagai cara dilakukan Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) menjaga keamanan dan kondusifitas daerah. Salah satunya, menutup kafe-kafe yang dianggap liar kawasan Kuta. Pasalnya tempat hiburan ini kerap dituding sebagai biang dari ragam aksi kriminal.

a�?Kami menutup sementara kafe-kafe liar itu lantaran adanya surat warga Desa Kuta, yang mengeluhkan keberadaan kafe tersebut,a�? kata Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto pada Lombok Post, kemarin (9/8).

Keluhan itu pun, kata Arie langsung ditindaklanjuti bersama pihak terkait.

a�?Itu yang saya tidak bisa. Harusnya, ketika ada persoalan, kita langsung bertindak. Jangan sampai, warga itu sendiri yang mengambil tindakan,a�? tegasnya.

Jika itu terjadi, menurutnya gejolak sosial pun tidak bisa dihindari. Karena, rata-rata pemilik kafe liar tersebut adalah warga Desa Rampitan. Sementara, yang mengeluhkan warga Desa Kuta.

a�?Masak kita tunggu aksi sepihak warga Kuta dulu, baru kita turun. Boleh kita koordinasi, tapi kita sesuaikan situasi dong,a�? sindirnya.

Dikatakannya, keluhan yang disampaikan warga Kuta secara tertulis maupun lisan. Hal itu dilayangkan, karena mereka menganggap keberadaan kafe-kafe itu, menjadi salah satu biang kerok munculnya aksi kriminalitas di dalam maupun luar obyek wisata.

a�?Atas dasar itu, kami turun dan menutup sementara kafe-kafe yang dimaksud,a�? katanya.

Langkah itu, terangnya bukan berarti ingin mematikan sumber ekonomi masyarakat. Namun, lebih kepada mengajak untuk memperhatikan situasi dan kondisi warga sekitar. Sehingga, menjadi pekerjaan rumah pemkab selanjutnya untuk mendukung lapangan ekonomi yang dimaksud.

a�?Lokasinya yang sekarang setahu saya, itu lahan adat atau milik publik. Jadi, mari bantu mereka. Bukan sebaliknya, mematikan sumber ekonomi mereka,a�? sambungnya. (dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *