Ketik disini

Headline Tanjung

Pembenahan Rumah Kumuh Jomplang

Bagikan

TANJUNG – Potret kemiskinan dan lambannya pemberian bantuan rupanya masih membelit Lombok Utara. Hal ini dialami Inaq Suniah, warga Dusun Tembobor, Desa Sigar Penjalin, Tanjung ini hingga saat ini masih menempati rumah yang jauh dari kata layak.

Padahal, selama ini pemerintah selalu menggembar-gemborkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Pantauan koran ini, Inaq Suniah, 52 tahun tinggal di rumah berdinding anyaman bambu yang sudah tampak bolong di beberapa bagian dan beralaskan tanah bersama seorang anaknya Suryadi, 23 tahun.
Ukurna rumah itu pun hanya sekitar 3×2 meter. Hanya tampak satu kasur dengan perabotan seadanya di dalam rumah tersebut.
”Dari lahir hingga sekarang keadaan rumah seperti ini,” ujar Suryadi.

Yang mengherankan, Inaq Suniah dan Suryadi masuk dalam daftar pemilih dan berhak menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Hal ini terlihat dari stiker coklit yang ditempelkan di bagian luar rumah.

Namun, meskipun sudah diakui sebagai warga Lombok Utara dan memiliki hak suara memilih kepala daerah, keluarga ini masih belum mendapat perhatian dari pemerintah sama sekali.

Menurut Suryadi, kondisi rumahnya saat ini sedikit lebih baik daripada beberapa tahun lalu. Jika dulu saat musim hujan rumahnya dipastikan bocor karena jerami yang menutupi bagian atap sudah banyak yang hilang. ”Dusun pernah kasih terpal untuk atap,” katanya sambil menunjukkan bagian atap rumah yang tertutup terpal berwarna biru.

Sementara itu, salah seorang tetangga Mulyadi mengungkapkan dirinya pernah menanyakan perihal bantuan bagi keluarga Inaq Suniah.

Khususnya bantuan perbaikan rumah, dan menurut pihak desa Inaq Suniah memang pernah masuk sebagai penerima bantuan bedah rumah program Kemenpera. Tetapi, karena program tersebut bermasalah, bantuan bagi Inaq Suniah pun dipindahkan ke Dinsosnakertrans yang juga memiliki program bedah rumah.

Namun, yang disesalkan Mulyadi, mengapa setelah puluhan tahun tinggal di rumah seperti itu, tidak juga disasar sebagai salah satu penerima bantuan. ”Seharusnya dari dulu sudah dapat bantuan kalau melihat kondisinya. Tetapi syukur kalau sekarang sudah dapat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, program RSRTLH di Dinsosnakertrans senilai Rp 10 miliar akan menyasar empat kecamatan. Dari data Dinsosnakertrans, untuk tahun 2015 bantuan akan diberikan bagi warga di empat kecamatan yakni Kayangan, Gangga, Tanjung dan Pemenang. Dimana satu kelompok terdiri dari 10 anggota.

Bagi Kecamatan Pemenang ada tiga desa yang mendapat bantuan yakni Desa Pemenang Barat, Desa Malaka dan Desa Pemenang Timur. Dengan bantuan di masing-masing desa 50 unit. Untuk Kecamatan Tanjung ada lima desa yang mendapatkan bantuan yakni Desa Medana, Desa Sigar Penjalin, Desa Sokong, Desa Jenggala dan Desa Tanjung dengan total bantuan 300 unit.

Di Kecamatan Gangga bantuan diberikan bagi lima desa yakni Desa Rempek, Desa Gondang, dan Desa Genggelang dengan total bantuan rehab rumah sebanyak 350 unit.

Jatah bagi Kecamatan Kayangan akan dibagikan bagi tiga desa yakni Desa Selengen, Desa Salut, dan Desa Kayangan mendapatkan bantuan 200 unit. (puj/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *