Ketik disini

Bima - Dompu

RUSYADIN, Bima

Bagikan

Menurut pria asal Inggris tersebut, pacuan kuda yang disaksikannya kemarin(9/8) memang unik. Sebelumnya dia tidak pernah melihat aksi berani para bocah seperti itu. “Unik. Ini sangat berbeda di negara lain. Joki cilik hanya ada di Pulau Sumbawa,” kata Mr Barnett melalui guidenya Alamsyah saat ditemui di arena pacuan kuda, kemarin(9/8).

Para joki cilik adalah tenaga-tenaga bayaran. Mereka dibayar oleh pemilik kuda untuk memacu kuda di atas lintasan. Jika dibanding antara upah dan resiko yang mereka hadapi tidaklah sebanding. Tetapi bagi para bocah ini, bayaran adalah nomor sekian. Yang utama bagi mereka adalah hoby dan juga kepercayaan yang diberikan pemilik kuda. Jika mampu membawa kuda tunggangan sebagai juara, mereka kerap mendapat bonus. Dan tentu saja pada lomba-lomba berikutnya mereka akan dipanggil lagi.

Para joki cilik ini kebanyakan berasal dari Desa Panda. Tetapi tidak sedikit juga dari desa-desa lain di Kabupaten Bima. Tidak heran, karena memang pacuan kuda cukup familiar di masyarakat Bima.

Kadis Pariwisata Kabupaten Bima Drs Syafruddin yang juga menjadi panitia pacuan mengatakan, pemerintah Kabupaten Bima telah menjadikan pacuan kuda tradisional ini sebagai salah satu obyek wisata unggulan. Karena itu beberapa tahun terakhir dikembangkan tagline a�?Ingat Bima Ingat Kuda, Ingat Kuda Ingat Bimaa�?. Untuk memperkuat brand Bima sebagai daerah kuda, setiap tahun selalu digelar Festival Kuda Bima. Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bernuansa kuda. Mulai dari pacuan, seminar hingga kuliner.

“Inilah salah satu budaya masyarakat Bima yang hingga kini masih terus dilestarikan. Semoga perhelatan seperti ini membuat pariwisata Bima semakin maju,” tandasnya.

Upaya pemerintah untuk terus mempertahankan budaya ini bisa dibilang cukup berhasil. Dapat dilihat dari semakin maraknya arena pacuan kuda di Desa Panda. Beberapa tahun lalu, arena ini hanya dimanfaatkan sekali setahun. Tetapi tiga tahun terakhir, arena pacuan semakin marak. Bisa dikatakan sepanjang tahun selalu di isi oleh para kuda mania. Hampir setiap moment hari besar selalu dimeriahkan dengan pacuan kuda. Hadiahnya semakin besar. Penonton juga semakin banyak.

Bahkan menurut Syafrudin, tradisi warisan leluhur ini akan terus dipromosikan bahkan sampai ke mancanegara. Dengan demikian akan lebih banyak lagi wisman yang berkunjung ke Bima untuk menyaksikan kehebatan bocah-bocah pemberani tersebut.

Minggu (9/8) kemarin merupakan putaran final dari seluruh rangkaian pacuan kuda memperingati HUT RI dan HUT Bima yang dimulai sejak seminggu lalu. Ratusan kuda dari Dompu, Sumbawa bahkan Sumba NTT telah berpacu untuk menjadi yang terbaik. Dan para joki-joki cilik tersebut telah selesai menjalankan tugas. Mereka pun kembali ke rumah sebagai anak-anak biasa.(*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *