Ketik disini

Politika

Wakil Ketua DPD RI Serap Aspirasi Petani

Bagikan

MATARAM – Wakil Ketua DPD RI Prof. H Farouk Muhammad menyoroti persoalan kelangkaan pupuk yang dialami petani NTB. Dia mengundang sejumlah pemangku kepentingan baik itu petani, ketua kelompok tani, distributor pupuk, dan sejumlah ahli di bidang pertanian, Sabtu (8/8).

Pertemuan berlangsung di kantor DPR RI Perwakilan NTB dan dihadiri juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB H Husni Fahri. Termasuk di antaranya hadir juga Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan NTB, Budi Subagio.

Beragam informasi diserap terkait fenomena kelangkaan pupuk dan tingginya harga di tingkat pengecer. Sejumlah petani yang hadir menyatakan bahwa harga pupuk urea justru berbeda-beda antara beberapa daerah. Di Lombok Tengah harga perkilogram pupuk urea mencapai Rp 3.000.

Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara justru kisarannya mencapai Rp 2.800 hingga Rp 3.000 per kilogram pupuk urea. Bahkan petani juga mengeluhkan ancama gagal panen akibat kesulitan pupuk bersubsidi tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga mengeluhkan dugaan permainan harga di tingkat pengecer sehingga terkadang merugikan petani.

Menanggapi hal itu, Farouk mengaku prihatin. Dia juga meminta penjelasan langsung dari distributor dan Husni Fahri yang mewakili penjabat Pemprov NTB. a�?Persoalan ini harus dicari inti permasalahannya. Selanjutnya akan saya sampaikan kepada pemerintah untuk segera mendapatkan solusi,a�? kata Farouk.

Dari kegiatan tersebut juga diperoleh informasi banyaknya kendala terkait persoalan pupuk bersubsidi untuk petani. Kadisperindag NTB Husni Fahri menegaskan pada dasarnya NTB memperoleh 145 ribu ton pupun urea dari pemerintah pusat. Menurut dia pupuk tersebut didistribusikan melalui 32 distributor dan 106 pengecer.

Salah satu persoalan yang kerap terjadi menurut Husni adalah kapasitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat kerap menjadi kendala. Kapisitas mampu pelabuhan saat ini 5.000 ton sehingga ada kapal bermuatan pupuk subsidi tidak bisa bersandar. a�?Ini menjadi salah satu kendala, di samping memang alokasi pupuk untuk NTB masih kurang,a�? ujar Fahri.

Di tempat yang sama, Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian NTB Budi Subagyo menjelaskan, distribusi pupuk dari tingkat pengecer terkadang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Terlebih ada petani yang belum mampu membayar sesuai pesanan pengecer sehingga pengecer terpaksa menjualnya. a�?Masalahnya produk pupuk ini nggak bisa bertahan lama sehingga harus segera dijual,a�? tegas dia.

Beragam persoalan yang terangkum dalam diskusi tersebut selanjutnya akan disampaikan ke pemerintah pusat. Farouk menegaskan pihaknya akan terus menyerap aspirasi masyarakat terutama menyangkut berbagai hal mengenai pertanian. (tan/r12/*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys