Ketik disini

Headline Metropolis

Hj Selly Siapkan Reformasi Birokrasi

Bagikan

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengapresiasi kinerja pemerintah Kota Mataram di bawah kepemimpinan Wali Kota H Ahyar Abduh. Selama lima tahun, gubernur melihat perekonomian Kota Mataram membaik. Tapi, gubernur yang menjabat sejak tahun 2008 ini melihat, roda pemerintahan di Kota Mataram masih perlu dibenahi. Penilaian kinerja pejabat struktural masih kurang.

“Apa saja program baik yang sudah dilakukan H Ahyar dan H Mohan silakan dilanjutkan. Birokrasi yang profesional harus disolidkan dan dimantapkan dengan berpedoman pada aturan birokrasi Kementerian PANRB,” kata gubernur saat pelantikan Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani, kemarin.

Kepada Hj Selly gubernur meminta untuk segera menyiapkan reformasi birokrasi di Kota Mataram. Jika ada nada sumbang atau kesangsian yang nanti dihadapi Hj Selly ketika menjabat, gubernur meminta jangan mengomentari dan menanggapi hal tersebut.

“Cukup tunjukkan dengan perbuatan dan kesungguhan yang baik. Biarkan keadilan mencatat sejarah yang adil,” pesan gubernur.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengamini apa yang diamanatkan gubernur padanya. Dalam kepemimpinannya ke depan di Kota Mataram, ia mengaku hal utama dan pertama yang akan dilakukan adalah mereformasi birokrasi. Untuk itu, terlebih dahulu ia akan menjalin komunikasi dengan mantan Wali Kota H Ahyar Abduh maupun semua elemen di kalangan pemerintahan Kota Mataram.

“Tugas utama dalam pemerintaha ke depan ya itu, reformasi birokrasi tadi sesuai amanat yang diberikan. Selain itu juga untuk menjaga netralitas PNS dan mempersiapkan untuk pelaksanaan pilkada,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa diangkatnya dirinya menjadi Penjabat Wali Kota Mataram bukan karena titipan siapa-siapa. Ia mengaku hanya merupakan asli pejabat birokrasi. Untuk itu ia akan berkoordinasi usai serah terima jabatan (sertijab) yang akan digelar hari ini. Mulai hari ini juga, dia mulai bertugas di kantor wali kota.

“Keberhasilan suatu pemerintahan tidak bisa karena kita atau saya. Keberhasilan itu dikarenakan semua elemen. Untuk itu dibutuhkan dukungan semua masyarakat Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Pendapatan Provinsi NTB ini.

Sementara itu, pantauan Lombok Post, gerak gerik tidak biasa ditunjukkan mantan H Ahyar Abduh saat bertemu TGB – panggilan akrab gubernur. Ahyar terlihat cuek dan enggan menyalami orang nomor satu di NTB itu.

Terlihat saat mereka menghadiri dua acara yang sama yakni upacara hari veteran nasional di Lapangan Umum Mataram, dan acara pelantikan penjabat wali kota Mataram di Gedung Graha Bakti Praja, kemarin. Kedua tokoh central ini tidak berjabat tangan seperti pimpinan lainnya.

Pemandangan tidak lazim ini terlihat di Lapangan Sangkareang Mataram. Ahyar memilih lebih dahulu meninggalkan panggung daripada turun mendampingi gubernur bersama forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) lainnya.

Demikian juga saat menghadiri acara pelantikan Penjabat Wali Kota Mataran Hj Putu Selly Andayani. Saat gubernur turun menyalami mantan bupati/wali kota yang diberhentikan dan penjabat baru, Ahyar memilih pergi usai menyalami Hj Putu Selly Andayani.

Terkait sikapnya itu, Ahyar mengaku terburu-buru. Dia harus pergi karena sudah lama ditunggu masyarakat yang ingin mengantarkannya pulang ke kampung halaman.

”Saya ditunggu sama masyarakat,” cetusnya.

Setelah resmi diberhentikan sebagai Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh bersama H Mohan Roliskana keluar dari rumah jabatan. Pasangan ini diantar massa pendukungnya sampai ke rumah pribadi Ahyar Abduh di Kelurahan Dasan Agung. Iring-iringan massa ini dimeriahkan juga dengan gendang beleq dan musik rebana. Mereka berjalan melawan arus, dari Jalan Penjanggik menuju Jalan Langko. Kepulangan pasangan AMAN mendapat pengawalan ketat. Sepanjang jalan, AMAN disalami para pedukungnya sambil menerikkkan yel-yel dukungan.

Ahyar Abduh berharap penjabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik, sesuai tugas pokok yang diamanatkan dalam surat keputusan menteri dalam negeri, yakni melanjutkan pembangunan yang sudah ada, menjaga netralitas pegawai negeri sipil. Termasuk menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram 2015.

”Itu tugas pokok yang sangat penting yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Ahyar juga meminta kepada seluruh pejabat di tubuh birokrasi Pemkot Mataram mendukung pemimpin yang baru. khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan. Dan secara pribadi hal itu disampaikan kepada Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani. Bila diperlukan maka dia siap membantu bila ada kendala dalam menjalankan tugas pembangunan.

”Saya katakan sudah siap mendukung dan sudah saya bilang kepada semua pejabat,” tegasnya. (ton/ili/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *